Akselerasi Ekonomi Daerah, Gubernur Maluku Ajak APINDO Pacu Investasi dan Serap Tenaga Kerja

Posted on
banner 336x280

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendorong Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk mendongkrak penanaman modal dan membuka kesempatan kerja baru demi memacu laju perekonomian wilayah yang bertumpu pada sektor bahari serta kepariwisataan.

AMBON – Hendrik Lewerissa selaku Gubernur Maluku mengimbau APINDO agar meningkatkan ekspansi investasi sekaligus menyediakan lapangan pekerjaan guna mempercepat dinamika pertumbuhan ekonomi di daerah. Harapan tersebut disampaikannya ketika menghadiri pelantikan jajaran Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Maluku masa bakti 2025-2030 di Kota Ambon, pada agenda Jumat malam.

banner 468x60

"Kami mendorong kepengurusan baru APINDO untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan dunia usaha, sekaligus mendorong iklim investasi yang sehat dan produktif," ujar Hendrik.

Sang kepala daerah menaruh harapan besar agar para pelaku bisnis mampu memaksimalkan potensi perikanan, kelautan, agrikultur, hingga pariwisata yang selama ini menjadi kelebihan utama Maluku. Ia menegaskan, kemajuan perekonomian Maluku mutlak memerlukan andil kalangan pengusaha dalam menciptakan peluang kerja, memberdayakan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memajukan hilirisasi manufaktur, hingga memperluas jangkauan pemasaran komoditas andalan daerah.

"Maluku bukan hanya wilayah yang kaya akan sumber daya, tetapi juga merupakan daerah yang memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai pusat kegiatan ekonomi berbasis kelautan, perikanan, pertanian, pariwisata, dan berbagai sektor produktif lainnya," tegas Gubernur.

Rencana Kerja Nyata serta Penguatan Kemitraan

Gubernur turut meminta APINDO merumuskan program kerja yang terukur, memantapkan konsolidasi internal organisasi, serta menjalin kemitraan erat dengan jajaran pemerintah daerah. Para usahawan di Maluku diimbau mengoperasikan roda bisnis dengan menaati koridor hukum, menghargai kesejahteraan buruh, serta senantiasa menjaga kelestarian ekosistem lingkungan hidup.

"Kami berharap investasi yang masuk ke Maluku mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan menyerap tenaga kerja lokal," sambung Hendrik.

Pada kesempatan serupa, Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani berpandangan bahwa Maluku menyimpan prospek menjanjikan dalam mengerek laju perekonomian melalui optimalisasi sektor maritim, perikanan, agrobisnis, serta wisata. Shinta memaparkan indikator pertumbuhan ekonomi Maluku saat ini berada pada angka 4,56 persen. Capaian itu dinilai sangat bisa dipacu lebih tinggi melalui pemanfaatan optimal kekayaan alam dan penguatan sektor industri hilir.

Dorongan Ekonomi Biru serta Hilirisasi Komoditas

Shinta mengarahkan pentingnya pengembangan konsep ekonomi biru, terkhusus melalui hilirisasi hasil tangkapan laut dan budidaya rumput laut. Komoditas perkebunan bernilai tinggi layaknya kelapa, cengkih, buah pala, serta kakao juga harus didorong oleh pengolahan modern agar menghasilkan barang bernilai ekonomis tinggi.

Tidak hanya itu, Shinta mencermati potensi komoditas kopi lokal, seperti Kopi Tuni, serta pesona wisata bahari yang membentang di Maluku. "Jangan hanya bicara-bicara. Kita perlu menjalankan program yang bisa berdampak," tegas Shinta dalam pesannya.

Ia juga menginstruksikan DPP APINDO Maluku agar menambah cakupan anggota, mengintensifkan komunikasi bersama birokrasi daerah, serta mendampingi regulasi yang pro terhadap iklim bisnis. Penyediaan lapangan kerja produktif, pembekalan keahlian sumber daya manusia, dan penciptaan hubungan industrial yang harmonis menjadi agenda pokok bagi asosiasi pengusaha tersebut.

Shinta menaruh asa kepemimpinan APINDO Maluku di bawah arahan Robert Tanamal sanggup mempertegas peran nyata asosiasi dalam menumbuhkan iklim bisnis dan mendongkrak kemakmuran warga Maluku. Menurut pengamatannya, sinergi antara pemerintah, pemilik modal, dan kaum pekerja merupakan pilar penting guna menggali keunggulan wilayah sekaligus memenangi persaingan investasi modal.

Ia pun menggaungkan falsafah persaudaraan masyarakat Maluku, potong di kuku rasa di daging serta ale rasa, beta rasa, yang bermakna pentingnya rasa kebersamaan menghadapi dinamika ekonomi. Pada forum tersebut, Robert Tanamal resmi dilantik menduduki posisi Ketua DPP APINDO Maluku masa jabatan 2025-2030.

banner 336x280