Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini modal dari korporasi Amerika Serikat (AS) bakal terus mengalir seiring solidnya proyeksi ekonomi nasional.
Airlangga menyatakan respons para penanam modal terhadap situasi perekonomian Tanah Air sekarang terbilang sangat positif.
Dirinya juga menerangkan bahwa Negeri Paman Sam menempati posisi lima besar kontributor penanaman modal asing langsung (foreign direct investment/FDI) bagi Indonesia.
"Jadi, saya pikir sentimen investor juga cukup yakin dengan ekonomi Indonesia," tutur Airlangga ketika menghadiri 14th US-Indonesia Investment Summit inisiasi AmCham Indonesia, Selasa (6/10).
Dirinya memaparkan arah perekonomian nasional bakal difokuskan guna memacu peningkatan lebih masif pada 2027, di antaranya lewat penguatan bidang berdaya tahan kuat serta mendongkrak kapasitas ekspor maupun pembiayaan modal.
"Kita akan memperkuat sektor-sektor yang tinggi dan mempengaruhi industri yang resiliens, dan mengembangkan kapasitas ekspor dan investasi," ungkapnya.
Langkah ekspansi tersebut bakal ditopang pilar digitalisasi, industri semikonduktor, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Di samping itu, otoritas Indonesia giat membangun ekosistem digital beserta infrastruktur pusat data demi mengoptimalkan ceruk penanaman modal di sektor anyar tersebut.
Pada kesempatan serupa, Managing Director of AmCham Indonesia Donna Priadi menyebutkan banyak korporasi asal AS telah lama beroperasi di nusantara.
"Bahkan, banyak perusahaan Amerika yang sudah berinvestasi di Indonesia dan beroperasi lebih dari 100 tahun lamanya," tutur Donna.
Adapun Indonesia Country Executive Bank of America Mira Arifin memaparkan Indonesia memiliki deretan kekuatan fundamental yang memikat pelaku usaha, mulai laju pertumbuhan ekonomi sampai skala pasar domestik yang luas.
Kendati demikian, tantangan iklim modal tetap membayangi, terkhusus perihal regulasi maupun kebijakan pemerintah yang kerap mengalami perubahan arah.
Walau begitu, Donna menekankan potensi menjanjikan Indonesia, terutama kenaikan demografi serta tingginya proporsi generasi muda, tetap menjadi magnet bagi entitas usaha AS.
"Pada akhirnya, investor akan tetap berinvestasi di Indonesia. Karena banyak sekali opportunity, apalagi growth dari population and young population," pungkas Donna.
