Kabar duka menyelimuti ranah panggung seni peran Yogyakarta. Aktor kawakan Susilo Nugroho yang amat lekat dipanggil publik sebagai figur Den Baguse Ngarso diberitakan telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta tepat pada hari Senin (21/9/2026).
Kabar meninggalnya sosok legendaris Den Baguse Ngarso telah dipastikan kebenarannya oleh deretan rekan sesama budayawan. Termasuk di antaranya aktor R.M. Bambang Ekoloyo Butet Kartaredjasa atau yang akrab disapa Butet Kartaredjasa lewat unggahan akun Instagram kepunyaannya.
"Sumangga Gusti (Susilo Nugroho/Den Baguse Ngarso/Teater Gandrik)," demikian kalimat belasungkawa Buten Kartaredjasa yang tertera pada akun medsos miliknya yang dikutip pada Senin (21/9/2026).
Masyarakat luas tentu bertanya-tanya mengenai jejak kehidupan Den Baguse Ngarso.
Mengutip arsip biografi figur budayawan yang dihimpun Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, seniman Susilo Nugroho dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 5 Januari 1959 silam.
Dirinya diketahui menyelami bidang kepengaktoran teater lewat jalur belajar mandiri atau otodidak. Selain aktif berakting, figur Susilo juga dikenal luas mengabdikan diri selaku seorang pengajar di SMKN 1 Bantul.
Panggilan Den Baguse Ngarso perlahan begitu menyatu dengan sosok diri Susilo Nugroho sesudah tokoh fiktif yang dibawakannya berhasil mencuri perhatian pemirsa program Mbangun Deso TVRI Yogyakarta tempo era 1990-an.
Lewat catatan Dinas Kebudayaan DIY, persona Den Baguse Ngarso diceritakan mempunyai karakter ningrat pongah, gaya tuturnya kerap menyengat, melukai perasaan lawan bicara, sok mengetahui segalanya, serta enggan mengalah.
Watak yang sangat kuat tersebut alhasil membuat identitas Den Baguse Ngarso jauh melambung di telinga publik jika dibandingkan dengan nama lahir Susilo Nugroho.
Mendirikan Teater Gandrik
Langkah Susilo menapaki kancah teater berawal semenjak dirinya menimba ilmu di bangku sekolah menengah atas sekitar tahun 1977. Selepas fase itu, dirinya sempat berpindah ke beberapa grup pertunjukan sandiwara sebelum merintis Teater Gandrik pada tahun 1983 bersama Heru Kesawa Murti, Jujuk Prabowo, Sepnu Heryanto, serta kawan seniman Saptaria Handayaningsih.
Sepanjang masa pengabdian keseniannya, Susilo tidak membatasi diri cuma bermain naskah panggung. Dirinya rajin terlibat lakon dagelan, kesenian ketoprak, hingga serial sinetron. Dinas Kebudayaan DIY mengidentifikasi kiprah Susilo Nugroho sebagai seorang pemeran panggung, pelaku ketoprak, bintang layar kaca, sekaligus komedian.
Proses kreatif Susilo dalam arena drama pun pernah mencicipi rintangan mental yang cukup berat. Peristiwa tersebut salah satunya timbul sewaktu dirinya tampil berakting mengisi lakon sandiwara Menunggu Godot.
Pengalaman batin ketika memainkan naskah itu sempat membuatnya menganggap diri gagal total serta diliputi rasa takut untuk kembali menginjak lantai panggung. Susilo pun memutuskan beralih merambah ranah lawakan, pentas ketoprak, serta layar televisi sebelum hatinya mantap berpaling menekuni teater kembali.
Menjalani Dua Dunia
Di samping sibuk berkesenian, almarhum Susilo memegang amanah profesi selaku pengajar. Dinas Kebudayaan DIY menegaskan tugasnya sebagai guru SMKN 1 Bantul. Beliau sukses menyeimbangkan dedikasi tenaga pendidik bersamaan dengan geliat produktif di panggung kesenian.
Melalui sebuah sesi wawancara bersama detikJogja medio Juli 2026, Susilo membeberkan bahwa bara cintanya terhadap kesenian mulai bersemi sedari bangku sekolah. Dia mengenal drama pertunjukan lewat keterlibatan aktivitas warga di lingkungannya sampai meniti karier di sanggar-sanggar teater.
Mendiang Susilo pun membagikan kisah seru bagaimana kemampuannya sebagai seniman sandiwara dipadukan ke dalam gaya mengajar di kelas.
Ketika menerangkan mata pelajaran ekonomi, Susilo kerap mempraktikkan metode seni peran agar para murid sanggup menyerap pelajaran secara gampang. Masa baktinya rampung setelah purnatugas dari SMKN 1 Bantul pada tahun 2019, namun dirinya tetap giat menyokong kesenian daerah.
Sampai pengujung usianya, Susilo senantiasa setia merawat kiprah di panggung pertunjukan. Almarhum dikenang selaku pendiri Teater Gandrik yang teguh membawakan pementasan teater ataupun sandiwara ketoprak.
Di mata warga Yogyakarta, nama besar Susilo Nugroho bersanding karakter ikonik Den Baguse Ngarso telah menjadi pilar penting denyut panggung sandiwara lokal.
Pemeran legendaris berkarakter tajam dalam program Mbangun Deso tersebut kini beristirahat dengan tenang dalam usia 67 tahun.
Pantau berita terbaru dan terpercaya di Berita Liputan6








