Operasional moda transportasi kereta bawah tanah MRT Bangkok terpaksa disetop sementara pada hari Minggu menyusul kebakaran dahsyat yang melanda struktur jalur rel layang. Peristiwa menegangkan ini memaksa proses evakuasi kilat terhadap para pengguna jasa di tengah guyuran percikan api yang berjatuhan ke ruas jalan raya di bawah perlintasan.
Berdasarkan laporan Independent, Minggu (20/09/2026), amukan si jago merah membakar jalur kereta listrik layang pada Blue Line (Jalur Biru) dekat stasiun Tao Poon di kawasan Bang Sue, Bangkok, tepat pada jam 12.20 siang waktu setempat. Armada pemadam kebakaran bergegas menginjakkan kaki di tempat kejadian beberapa menit berselang tatkala api membara disertai kepulan asap hitam pekat mengudara. Personel penyelamat langsung memfungsikan blower ventilasi berskala besar guna menyedot asap tebal dari bangunan stasiun serta sekeliling perlintasan kereta.
Video amatir yang viral di jagat maya mendokumentasikan pemandangan dinding kobaran api hebat di rel atas dengan cerobong asap hitam yang membubung ke angkasa. Warga serta pejalan kaki di dasar jembatan layang tertegun menyaksikan insiden mengerikan itu ketika api mengamuk selagi regu pemadam berupaya keras menjinakkan amukan api.
Kabar baiknya, api berhasil diredam secara cepat serta dipastikan tiada penumpang maupun warga terluka. Kendati demikian, aparat kepolisian area setempat melaporkan timbulnya kerugian fisik berskala ringan di sekitar tempat peristiwa perkara akibat serpihan panas pembakaran.
"Percikan dari api jatuh dari jembatan, menyebabkan kerusakan kecil pada sepeda motor yang diparkir di bawah jalur kereta api," jelas pihak kepolisian.
Terkait akar penyebab malapetaka yang mematikan moda angkutan massal strategis tersebut, Wakil Kepala Investigasi Kepolisian Tao Poon, Letnan Kolonel Polisi Kittiphan Thaentangcharoenchai, memaparkan laporan investigasi tahap awal di lokasi.
"Penyelidikan awal menemukan bahwa kabinet kontrol listrik mengalami panas berlebih, menyebabkan korsleting yang memicu kebakaran," beber Thaentangcharoenchai.
Menyikapi keadaan darurat itu, pihak pengelola Bangkok Expressway and Metro Plc (BEM) lekas mengevakuasi semua pengguna layanan keluar gedung stasiun sembari menetapkan penutupan berkala operasional MRT pada "semua stasiun". Suplai arus listrik menuju rel langsung dimatikan seketika, situasi yang semula mendatangkan keterlambatan berkisar 60 menit pada sebagian stasiun Blue Line serta mengacaukan perjalanan ke tujuan Tha Phra, sebelum seluruh jadwal disetop total. BEM merinci bahwa masalah operasional ini secara langsung melumpuhkan trayek penghubung antara stasiun Tao Poon dan Bang O.
Setelah peristiwa terkendali, unsur polisi, perwakilan petinggi BEM, dan tim pemadam kebakaran bersama-sama mengecek kondisi trek beserta mekanisme pemutus arus daya demi menaksir dampak kerusakan sekaligus memverifikasi pemicu pasti insiden.
Perlu diketahui, jaringan Mass Rapid Transit (MRT) Bangkok merupakan salah satu tulang punggung rel perkotaan terpenting di ibu kota Thailand yang diandalkan jutaan warga komuter saban hari. Trayek utama ini meliputi koridor Blue Line yang membelah jantung kota Bangkok dan mengintegrasikan banyak kawasan vital, termasuk Tao Poon serta Bang Sue.








