Pemprov Sulut Tegaskan Ketahanan Pangan Butuh Kolaborasi Seluruh Elemen

Posted on
banner 336x280

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyatakan bahwa penguatan ketahanan pangan di wilayahnya merupakan tugas kolektif yang menuntut partisipasi aktif segenap lapisan masyarakat.

MANADO – Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) kembali menggarisbawahi bahwa pemeliharaan kedaulatan pangan daerah adalah kewajiban bersama melalui integrasi nyata berbagai pemangku kepentingan. Penegasan tersebut diutarakan langsung oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Jimmy Ringkuangan, saat berada di Manado pada hari Minggu.

banner 468x60

"Pembangunan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen secara terpadu, konsisten, dan berkelanjutan," tutur Jimmy. Dia memaparkan bahwa pemda setempat telah menyiapkan berbagai langkah terencana guna mengokohkan ketahanan pangan di Bumi Nyiur Melambai.

Strategi Penguatan Pangan Lokal

Langkah awal yang diterapkan berfokus pada pemaksimalan komoditas pangan lokal Sulut sebagai pilar utama kemandirian daerah. Di samping itu, aparatur daerah giat memacu penerapan inovasi modern serta teknologi mutakhir dalam alur produksi, pengolahan hasil panen, metode pergudangan, hingga rantai pasokan pangan.

Pengawasan mutu serta higienitas bahan makanan pun konsisten ditingkatkan. Kebijakan ini diambil demi menjamin ketersediaan komoditas yang sehat, aman, dan berstandar layak konsumsi bagi seluruh warga.

Pemerintah daerah giat menggalakkan penganekaragaman konsumsi masyarakat guna mendongkrak kualitas asupan nutrisi publik. Upaya pengendalian laju inflasi pangan juga dimaksimalkan lewat kepastian stok bahan pokok, ketepatan arus logistik, serta penjagaan kestabilan harga pasar.

Kolaborasi Multipihak

Jimmy menegaskan urgensi perluasan sinergi lintas sektor. Jaringan kerja sama ini merangkul jajaran birokrasi, Bank Indonesia, Perum Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, sektor swasta, kalangan akademisi, sampai komunitas warga.

"Pentingnya meningkatkan kolaborasi antarpemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, Bank Indonesia, Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat," ungkapnya lebih lanjut.

Jimmy menaruh harapan besar agar sinergi lintas sektor ini terus terpelihara secara berkesinambungan. Hal ini bertujuan memantapkan tatanan pangan daerah agar semakin mandiri, kokoh, kompetitif, serta mampu bertahan dalam jangka panjang.

banner 336x280