Cegah Jeratan Pinjol Ilegal, OJK dan DPR RI Edukasi Warga Sulawesi Utara Cerdas Finansial

Posted on
banner 336x280

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulut-Gorontalo bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberikan edukasi finansial kepada masyarakat Sulawesi Utara agar semakin bijak mengatur keuangan sekaligus waspada terhadap maraknya investasi bodong serta pinjaman online tanpa izin.

Kegiatan sosialisasi pemahaman tata kelola keuangan ini diselenggarakan secara khusus bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Program edukasi ini ditujukan untuk melengkapi warga dengan kecakapan finansial yang memadai sehingga dapat meraih kesejahteraan hidup dan terbebas dari ancaman jebakan produk keuangan ilegal.

banner 468x60

Kepala OJK Wilayah Sulut-Gorontalo, Robert Sianipar, menyatakan bahwa kemahiran dalam mengurus finansial merupakan kemampuan esensial yang wajib dikuasai publik. Melalui agenda penyuluhan ini, ia menaruh harapan besar agar ke depannya tidak ada lagi masyarakat yang terperangkap tipu muslihat investasi bodong atau terjerat jeratan utang pinjaman online (pinjol) ilegal.

"Cerdas keuangan merupakan salah satu keterampilan yang penting dimiliki untuk menuju masyarakat sejahtera," kata Robert Sianipar saat memberikan pemaparan di Manado pada hari Minggu.

Jauhi Rentenir serta Layanan Jasa Keuangan Ilegal

Pada agenda sosialisasi tersebut, pihak otoritas senantiasa mengingatkan masyarakat agar senantiasa memakai ragam produk serta sarana dari lembaga sektor jasa keuangan resmi yang sudah berizin dan dipantau langsung oleh OJK. Robert turut mendesak warga agar tidak mudah tergiur oleh tawaran manis dari pihak tengkulak maupun praktik rentenir yang menjalankan aktivitas secara terlarang.

"Jangan pergi ke tengkulak atau rentenir. Intinya jangan pergi ke yang ilegal-ilegal, karena lembaga keuangan formal sudah banyak. Kenali, pahami, dan lindungi diri dalam bertransaksi," tegasnya secara lugas.

Penipuan Kian Marak, Ibu-ibu Rentan Jadi Korban

Anggota Komisi XI DPR RI, Hillary Brigita Lasut, mengangkat isu terkait menjamurnya berbagai modus kejahatan sektor finansial yang menyasar penduduk setempat, terutama kelompok ibu rumah tangga. Dirinya mengungkapkan telah menerima begitu banyak pengaduan dari warga terkait persoalan pinjol bodong.

“Saya banyak terima keluhan dari masyarakat terkait urusan penipuan keuangan. Paling banyak soal pinjol sudah lunas tapi masih ditagih dengan ancaman pula,” tutur Hillary.

Hillary memandang bahwa warga di Bumi Nyiur Melambai masih amat membutuhkan bimbingan berkelanjutan agar mengerti potensi bahaya yang mengintai di sektor keuangan modern. Ia mengharapkan para peserta yang menghadiri pertemuan tersebut menjadi lebih kritis mengamati iming-iming perolehan keuntungan berlebih dari pinjaman atau investasi.

“Diharapkan warga yang hari ini mengikuti edukasi dari OJK, lebih waspada dan hati-hati terhadap tawaran-tawaran investasi maupun pinjaman dengan iming-iming tinggi,” pungkasnya menutup pernyataan.

banner 336x280