Patra Logistik Perluas Jangkauan Distribusi BBM, LPG, dan Avtur di Wilayah Kalimantan hingga Sulawesi

Posted on
banner 336x280

Pertamina memperkuat armada logistik guna memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak tetap aman.

JAKARTA — PT Patra Logistik semakin melebarkan sayap usaha sekaligus memperkokoh kontribusinya dalam memperkuat rantai pasok energi di Tanah Air. Amanah dari PT Pertamina Patra Niaga dibuktikan lewat ekspansi operasional distribusi BBM dan LPG di kawasan Kalimantan, serta penanganan penyaluran Avtur di Jawa Timur, Kepulauan Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

banner 468x60

Mengenai lini pasokan BBM, Patra Logistik yang mulanya menangani rantai distribusi BBM di kawasan Pulau Jawa saat ini memperoleh tanggung jawab baru guna memperluas jangkauan operasionalnya menuju Pulau Kalimantan. Pengembangan strategis ini meliputi lima Terminal BBM di area Kalimantan yang ditopang pengoperasian hingga 100 armada mobil tangki. Kebijakan tersebut merupakan wujud nyata penguatan manajemen logistik sekaligus menjamin kelancaran pengiriman bahan bakar di area kerja perseroan.

Pengembangan cakupan komersial ini juga menyasar ke segmen produk LPG. Sebelum fase ekspansi ini, perseroan telah mengelola jalur logistik gas elpiji di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Saat ini, jangkauan operasional logistik tersebut semakin meluas dengan bertambahnya tiga titik Terminal LPG di seputar wilayah Kalimantan.

Tak cuma menyasar komoditas BBM dan LPG, perusahaan pun memperlebar skala operasi bisnisnya pada sektor logistik bahan bakar penerbangan. Penguatan tersebut merupakan langkah strategis guna memperbanyak diversifikasi portofolio perseroan sekaligus menopang kebutuhan energi bagi industri aviasi nasional. Untuk saat ini, Patra Logistik resmi mengoperasikan 11 KSO Aviation Fuel Terminal yang berada di bawah naungan Pertamina Patra Niaga.

Guna menunjang keandalan kegiatan operasional distribusi komoditas energi, Patra Logistik mengandalkan sistem Road Traffic Control (RTC). Fasilitas ruang kendali tersebut berfungsi mengawasi pergerakan armada mobil tangki secara langsung selama 24 jam penuh tanpa henti. Mekanisme monitoring digital ini membantu mengoptimalkan efisiensi kerja operasional serta meningkatkan standar keselamatan pengiriman bahan bakar.

Direktur Utama Patra Logistik, Yock Yorlando, menjelaskan bahwa penambahan mandat operasional ini merupakan wujud nyata kepercayaan tinggi dari Pertamina Patra Niaga pada kapasitas perusahaannya dalam mengeksekusi operasi logistik secara konsisten demi menjaga kestabilan energi.

“Kepercayaan yang diberikan oleh Pertamina Patra Niaga menjadi kesempatan bagi kami untuk terus bertumbuh dan memperluas kontribusi dalam rantai pasok energi nasional. Perluasan pengelolaan BBM dan LPG, serta pengembangan layanan aviasi, menjadi langkah penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas cakupan bisnis,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Operasi Patra Logistik, Joko Priyambodo, menegaskan bahwa keandalan tenaga kerja, kelengkapan sarana distribusi, dan harmonisasi kerja sama dengan para mitra strategis merupakan pilar fundamental dalam menyukseskan ekspansi ini.

“Kami terus memastikan kesiapan personel dan sarana operasional agar setiap layanan dapat berjalan dengan baik. Aspek keselamatan dan keamanan yang kami pantau melalui RTC serta keandalan operasional tetap menjadi prioritas dalam seluruh kegiatan,” ujarnya.

Melalui langkah pelebaran sayap bisnis ini, Patra Logistik kian memantapkan posisinya sebagai mitra kunci dalam ekosistem logistik energi nasional. Perseroan senantiasa bertekad meningkatkan kapasitas kerja yang tangguh serta mempertahankan mutu pelayanan terbaik dengan mengedepankan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Studi Ungkap Cara Pangkas Biaya Cadangan Minyak Darurat di ASEAN

Pertamina Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus hingga Sulawesi

Mulai 2027, Ekspor Batu Bara dan Sawit Harus Lewat Pemeriksaan DSI

Krom Bank Catat Laba Rp157,91 Miliar hingga September 2026

DSI Bakal Pelototi Aliran Devisa Ekspor SDA hingga Kembali ke Indonesia

banner 336x280