Anggota Komisi III DPR Adang Daradjatun memandang aksi penggerebekan di Kampung Bahari oleh pihak kepolisian sebagai cerminan konkret perlindungan negara bagi warga dari bahaya barang haram narkotika.
JAKARTA – Legislator dari Komisi III DPR RI Adang Daradjatun menilai operasi terpadu di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, membuktikan hadirnya negara guna memproteksi masyarakat dari ancaman serius narkoba. Tindakan tegas kepolisian bersama berbagai instansi terkait dinilai menjadi bagian vital dalam menumpas distribusi gelap narkotika.
Adang menekankan pemberantasan barang terlarang tidak semestinya berhenti sebagai aksi sementara semata. Baginya, pertempuran membasmi peredaran narkotika ialah ikhtiar berkesinambungan yang menuntut keteguhan seluruh penegak hukum sekaligus sokongan penuh publik.
"Perang melawan narkoba bukan sekadar operasi sesaat, melainkan perjuangan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi seluruh aparat penegak hukum dan dukungan masyarakat," ungkap Adang saat berada di Jakarta pada Minggu.
Dirinya menyoroti keterlibatan gabungan Badan Narkotika Nasional, Bareskrim Polri, jajaran Polda Metro Jaya, hingga satuan Brimob yang mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas institusi. Keterpaduan ini mutlak dihadirkan demi menghadapi tindak kriminal narkotika yang memiliki sindikat rapi, skema operasional matang, dan permodalan terorganisasi.
Adang mengingatkan personel lapangan kerap berhadapan dengan beragam aksi perlawanan. Atas dasar itu, nyali, integritas profesional, dan ketegasan aparat kepolisian wajib diutamakan agar kekuasaan negara tidak takluk di hadapan komplotan bandar.
Bongkar Sindikat hingga ke Akar
Capaian penindakan tersebut, tambah Adang, harus dilanjutkan melalui proses penegakan hukum menyeluruh. Peringkusan para pelaku di lokasi sasaran mesti dijadikan pintu masuk guna membongkar jejaring yang jauh lebih luas, utamanya para gembong, penyuplai, otak pengendali, hingga pihak yang disinyalir menjadi pembeking bisnis haram ini.
"Penelusuran aliran dana hasil kejahatan juga penting dilakukan agar jaringan narkoba tidak memiliki kemampuan untuk kembali membangun bisnis ilegalnya," tandasnya.
Selain langkah represif, Adang menyatakan pembenahan zona rawan seperti Kampung Bahari memerlukan metode terpadu. Aksi hukum wajib berjalan selaras dengan program preventif, pemulihan pecandu lewat rehabilitasi, penguatan ekonomi warga, serta perbaikan tatanan sosial setempat.
Ia mendorong agar warga setempat tak dianggap sebagai biang masalah, melainkan dirangkul selaku mitra strategis dalam memutus rantai pasokan narkoba. "Jangan sampai masyarakat yang sebenarnya ingin hidup aman dan terbebas dari narkoba justru menjadi korban atau berada dalam tekanan jaringan bandar," tuturnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengamankan 27 orang terduga jaringan narkotika serta menyita senjata api sewaktu tim terpadu menyisir Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menyebut penggerebekan dilakukan serempak dengan menggerakkan kekuatan gabungan dari aneka penjuru.
"Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," papar Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso.





