Gagasan pengadaan sapi perah dari luar negeri kini sedang dirumuskan dengan sasaran pembuka mencapai 100 ribu ekor.
JAKARTA — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah menelaah rencana mendatangkan sekitar 100 ribu sapi perah pada tahun 2027 mendatang demi mempercepat terwujudnya kemandirian susu domestik.
Saleh menegaskan bahwa agenda tersebut masih berstatus rancangan konseptual awal, sehingga volume kuota maupun jadwal realisasinya belum menjadi ketetapan mengikat dari pemerintah pusat.
"Kita nanti tahun 2027, insya Allah ya, ini masih konsep dari Kementerian Pertanian, tapi ini juga perintah dari Bapak Presiden, kita mungkin akan impor sapi dulu, ya. Sapi (sebanyak) 100.000 ekor," jelas Saleh setelah mengikuti agenda Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di kawasan Jakarta, Sabtu.
Dia menerangkan jumlah 100 ribu hewan ternak tersebut baru menjadi pijakan awal. Pasalnya, volume keperluan pasokan sapi perah untuk rentang masa mendatang diprediksi jauh lebih melimpah demi mendongkrak kemampuan produksi susu di seluruh penjuru Tanah Air.
"Seratus ribu dulu. Nanti targetnya 1 juta, ya," tambahnya.
Mengenai batas waktu perolehan angka satu juta ekor, Saleh menyatakan peluang tersebut bisa terwujud menjelang 2029. Walau demikian, dirinya belum menerangkan secara terperinci apakah target ambisius itu mencakup akumulasi pengiriman atau sasaran total populasi ternak.
Saleh menyebut beberapa kawasan seperti Australia, Brasil, serta Meksiko kini tengah dibidik sebagai opsi negara pemasok potensial untuk menopang kemajuan sektor peternakan dalam negeri.
Kendati opsi negara mitra sudah dipetakan, ia mengakui belum mengantongi kesepakatan tertulis mengenai pembelian sapi, alokasi anggaran belanja negara, maupun jadwal pengiriman ternak.
Bukan cuma menyusun strategi penambahan ternak impor, Kementan juga telah memulai program pelatihan untuk peternak susu di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Langkah ini dimaksudkan supaya masyarakat siap memaksimalkan kehadiran populasi hewan baru saat proyek berjalan.
"Saya melihat infrastruktur yang ada di peternak Magelang, khususnya peternak susu," kata Saleh.
Ia menuturkan pematangan kesiapan para pemelihara sapi memegang peranan krusial agar perluasan populasi hewan sejalan dengan kesiapan sarana, fasilitas, dan tata kelola kandang peternakan.
"Mereka sudah mulai kita lakukan pembinaan untuk siap-siap. Sehingga begitu datang sapinya, secara mekanis itu bisa kita lakukan," paparnya.
Sebelum agenda ini, saat menyambangi Desa Sumberejo di wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, pada Jumat (30/10/2026), Saleh juga mendorong akselerasi mutu fasilitas, kualitas sumber daya manusia, serta struktur kelembagaan peternak sapi perah setempat.
Merujuk pada publikasi resmi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Kabupaten Magelang menyimpan potensi pemeliharaan sapi perah yang tersebar di delapan kecamatan, dengan Ngablak bertindak sebagai sentra yang telah membangun ekosistem peternakan terpadu.
Upaya pembinaan komprehensif ini diarahkan guna memperkuat kapasitas produksi susu para peternak lokal sekaligus memantapkan kelembagaan bisnis warga agar penambahan kawanan ternak sanggup memberikan faedah ekonomi berkesinambungan.
Rekomendasi Berita Pilihan
- Dukung Swasembada Susu, Kementan Pertimbangkan Impor 100 Ribu Sapi pada 2027
- Kemenhub Periksa 2.140 Kapal Jelang Natal dan Tahun Baru 2027
- Wrangler Rubicon Tuscadero, Jeep Berkelir Magenta yang Cuma Ada Dua Unit di Indonesia
- KM Dorolonda Singgah Perdana di Pelabuhan Donggala, Perkuat Konektivitas Laut
- BRIncubator 2026, BRI Perkuat Kapasitas UMKM Fashion dan Beauty








