Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membeberkan indikasi manipulasi 600 ton beras bersubsidi yang diedarkan menjadi kualitas premium seharga Rp17 ribu tiap kilogram.
Komoditas Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berbayar murah dari negara tersebut semestinya dipasarkan Rp12.500 per kilogram.
Fakta itu didapati saat dirinya langsung meninjau area yang disinyalir menjadi titik pengemasan kembali pasokan beras itu.
Menurut Amran, aksi pemalsuan mutu beras ini jelas membebani warga, utamanya kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.






