Kurs rupiah berakhir tergelincir ke angka Rp18.184 per dolar AS pada sesi transaksi Rabu (28/10). Mata uang tanah air ini merosot 28 poin setara 0,15 persen dibanding posisi pada penutupan sebelumnya.
Kondisi rupiah berbeda arah dari mayoritas valuta Asia lain yang sukses menanjak di hadapan greenback. Peso Filipina terdongkrak 0,24 persen, yen Jepang terangkat 0,14 persen, serta ringgit Malaysia melonjak 0,25 persen. Di sisi lain, yuan China beserta dolar Hong Kong terpantau stagnan.
Kendati demikian, beberapa mata uang kawasan Asia turut tertekan oleh dolar AS. Dolar Singapura tercatat melemah tipis 0,06 persen, lalu won Korea Selatan anjlok sebesar 0,88 persen.
Sementara pergerakan valuta negara-negara maju memperlihatkan hasil variatif. Mata uang euro terkikis 0,01 persen dan poundsterling Inggris tergelincir 0,13 persen. Dolar Kanada serta franc Swiss masing-masing menyusut 0,06 persen dan 0,11 persen.
Di sisi berlawanan, laju dolar Australia berhasil melesat 0,14 persen terhadap dolar AS.
Analis pasar uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menerangkan bahwa penurunan kurs rupiah dipicu naiknya sentimen risk-off dan maraknya aksi jual modal asing di pasar finansial domestik.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-off dan net sell asing yang berkelanjutan. Indeks dolar AS yang masih terus naik menjelang FOMC juga ikut menekan rupiah," ungkap Lukman.







