Daftar Mobil Terlaris September 2026: Dominasi Pasar Listrik dan Bensin di Indonesia

Posted on
banner 336x280

Jakarta, CNBC Indonesia – Lanskap persaingan kendaraan ramah lingkungan bertenaga listrik di pasar domestik Indonesia berlangsung semakin sengit. Beraneka ragam varian keluaran dari berbagai pabrikan otomotif saling berlomba merebut minat beli masyarakat luas. Walau begitu, BYD Atto 1 berhasil membuktikan dominasinya sebagai penguasa utama setelah membukukan angka distribusi penjualan paling tinggi sepanjang periode September 2026. Menariknya, kiprah BYD Atto 1 tersebut sekaligus merajai pasar kendaraan bermesin bensin konvensional.

Di papan tengah klasemen, pertarungan antarmerek berlangsung amat ketat, sampai-sampai ada dua varian yang selisih pengirimannya cuma berjarak lima unit saja. Berdasarkan data penjualan wholesales resmi rilisan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume pasokan unit BYD Atto 1 dari pihak pabrikan menuju jaringan diler menembus 4.840 unit selama September 2026. Catatan volume tersebut secara otomatis menaruhnya pada urutan perdana, memimpin amat signifikan dibanding jajaran rivalnya.

banner 468x60

Pada tempat kedua, Jaecoo J5 EV membuntuti dengan raihan distribusi sebanyak 3.276 unit. Dengan perolehan angka ini, tercipta selisih sebesar 1.564 unit apabila dibandingkan dengan model sang juara di peringkat teratas. Sementara itu, Geely EX2 bertengger mantap di urutan ketiga setelah sukses mengantongi pencapaian distribusi penjualan sebanyak 1.890 unit di pasar nasional.

Jurang kesenjangan angka penjualan antara penghuni tiga tangga teratas terhadap rival-rival lainnya membuktikan bahwa dinamika persaingan otomotif listrik belum berlangsung merata pada seluruh lini kelas. BYD Atto 1 melenggang di garis terdepan dengan margin keunggulan masif, sementara Jaecoo J5 EV bersama Geely EX2 terus menguntit ketat di deretan berikutnya.

Melangkah ke luar zona tiga teratas, Wuling Aira EV menduduki peringkat keempat lewat catatan distribusi 855 unit. Lalu MG S5 EV mengekor persis di urutan kelima lewat sokongan 661 unit, sementara model iCAUR V23 mengamankan tempat keenam seusai membukukan volume penjualan wholesales sebanyak 500 unit.

Wuling Binguo EV menyusul di tangga ketujuh dengan torehan 430 unit. Menempel di bawahnya, BYD M6 varian mobil listrik murni alias battery electric vehicle (BEV) mencatatkan distribusi 379 unit. Di sisi lain, VinFast VF 3 menempel sangat rapat dengan capaian 374 unit, yang faktanya hanya terpaut tipis lima unit saja dari pencapaian BYD M6 BEV.

Melengkapi deretan sepuluh besar, hadir Geely EX5 melalui torehan 353 unit. Kendati menempati juru kunci pada zona sepuluh besar, kendaraan ini terus bersaing keras menghadapi deretan armada elektrik lain yang mengusung karakter serta segmentasi pasar berbeda.

Apabila daftar diperlebar hingga lingkaran 20 besar, peta pertempuran kian bervariasi. Wuling Darion EV membukukan total 287 unit, dibuntuti XPENG X9 sebesar 252 unit serta VinFast VF e34/Nerio Green dengan catatan 224 unit. Selanjutnya, XPENG G6 ikut menguntit melalui raihan 202 unit.

Di urutan kelanjutan, AION V merangkum pengiriman 188 unit, dibarengi AION UT yang mengumpulkan angka 131 unit. VinFast Limo Green mengamankan 118 unit, diikuti Wuling Cloud EV yang meraih 87 unit. BYD Atto 3 menorehkan angka 84 unit, lantas Chery J6T menjadi penutup barisan 20 besar lewat catatan 76 unit.

Ditinjau berdasarkan prinsipal merek, BYD menyumbangkan total tiga varian di jajaran 20 besar, mencakup Atto 1, M6 BEV, dan Atto 3. Adapun Wuling menaruh empat perwakilan lewat Aira EV, Binguo EV, Darion EV, serta Cloud EV. Di sisi lain, Geely dan VinFast masing-masing mengamankan dua dan tiga tipe kendaraan, termasuk unit-unit armada yang dipasarkan menggunakan identitas berbeda demi memenuhi segmen operasional khusus.

Struktur sebaran tersebut menegaskan bahwa arena mobil listrik Tanah Air tak sekadar dimonopoli segelintir pemain. Ragam jenama datang menawarkan opsi bervariasi, dari mobil berdimensi ringkas untuk kebutuhan komuter perkotaan, hingga armada penunjang mobilitas keluarga serta segmen mewah premium.

Kendati demikian, rekapitulasi data wholesales sejatinya belum sepenuhnya memotret volume pembelian riil oleh konsumen pemakai akhir karena metrik ini mengukur pasokan dari perakitan ke diler. Fluktuasi strategi suplai, ketersediaan unit siap kirim, kebijakan penetapan harga, dan kelengkapan katalog tipe berpeluang besar mengubah angka bulanan.

Dinamika pasar pada periode-periode berikutnya bakal menjadi tolok ukur ketahanan setiap pabrikan dalam menjaga posisi masing-masing. BYD Atto 1 memang memegang kendali sepanjang September 2026, namun iklim industri kendaraan listrik diyakini bakal menyajikan persaingan sengit seiring membanjirnya alternatif baru bagi konsumen Indonesia.

Daftar 20 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia September 2026

banner 336x280