Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditaksir melaju di zona hijau pada sesi perdagangan Kamis (22/10).
Herditya Wicaksana selaku Analis Teknikal MNC Sekuritas menilai IHSG masih memiliki kans meneruskan kenaikan usai menyentuh target minimal lampau, kendati ancaman pelemahan tetap mengintai langkah indeks.
"Pada wave iv dari wave (iii) dari wave [v], IHSG berpeluang menguat ke 5.407-5.458, dengan area koreksi yang perlu diwaspadai di 5.117-5.166," papar Herditya lewat laporan riset hariannya.
Herditya menakar IHSG bergulir pada rentang support 4.915, 4.754 serta resistance 5.404, 5.563 hari ini. Dirinya turut menyodorkan beberapa saham pilihan, antara lain AMRT, ADMR, BUMI, beserta RAJA.
Di sisi lain, Ivan Rosanova selaku Analis Binaartha Sekuritas memprediksi IHSG mulai tertekan usai menguji batas resistensi 5.328.
Arah laju selanjutnya bakal ditentukan oleh ketahanan indeks dalam bertengger melampaui ambang support 4.972.
"Selama IHSG bertahan di atas 4.972, koreksi diperkirakan terbatas dan tren naik minor berpeluang berlanjut. Namun, jika menembus level tersebut, indeks berpotensi melanjutkan tren turun menuju 4.784," tutur Ivan.
Ia memperkirakan pergerakan IHSG berada di level support 4.972, 4.767, dan 4.629, serta resistance 5.328, 5.458, dan 5.588 hari ini. Ivan merekomendasikan emiten INKP, KLBF, MEDC, serta UNVR.
IHSG finis pada posisi 5.328 saat penutupan perdagangan Rabu (21/10) sore. Indeks saham terangkat 49,47 poin atau naik 0,94 persen dibanding sesi sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi pemodal menembus Rp17,88 triliun lewat volume sekitar 35,02 miliar saham dalam frekuensi 1,83 juta kali.
Kemarin, tercatat 369 saham terapresiasi, 308 saham melemah, serta 116 saham stagnan.
Catatan Redaksi: Artikel ini bukan bermaksud memberi anjuran jual atau beli saham tertentu. Seluruh keputusan transaksi finansial sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.








