Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengimbau segenap anggota PKK untuk memaksimalkan area halaman rumah sebagai sarana pengolahan limbah domestik di Tangerang.
Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni. Beliau menyerukan pengoptimalan fungsi pekarangan hunian sebagai titik sentral pemrosesan sampah keluarga pada agenda gerakan optimalisasi pekarangan lewat program Aku Hatinya PKK di Gedung Nyimas Melati, Kota Tangerang, Rabu.
Tinawati menggarisbawahi urgensi menumbuhkan kebiasaan memproses limbah sedari lingkup domestik. Berdasarkan pandangannya, rutinitas positif ini wajib dipupuk konsistensinya serta dijalankan serentak supaya menyatu ke dalam aktivitas rutin warga luas.
Dirinya menerangkan bahwa mendayagunakan pekarangan adalah tindakan ringkas yang membawa pengaruh signifikan. Gagasan tersebut dipandang sangat tepat diimplementasikan pada daerah urban semisal kawasan Tangerang Raya yang umumnya mempunyai area tanah terbatas akibat padatnya perumahan penduduk.
"Yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah organik, nonorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3)," ucap Tinawati, yang menegaskan krusialnya pemilahan ragam limbah secara tuntas.
Dorong Peran Dasawisma dalam Bank Sampah
Pimpinan Bank Sampah Digital, Desty Eka Putri Sari, memaparkan bahwa agenda PKK ini berpotensi membangkitkan kemandirian unit Dasawisma. Dirinya menghendaki prioritas Dasawisma tak sebatas pada penanaman pekarangan saja, melainkan ikut andil nyata menanggulangi residu harian rumah tangga.
Desty menyampaikan bahwa problem persampahan di wilayah Provinsi Banten ialah perkara mendesak yang memerlukan penanganan terpadu. Dia mengajak seluruh anggota kader PKK agar terus memotivasi kaum ibu supaya memilah material sisa langsung dari pangkal asalnya.
"Persoalan sampah merupakan persoalan yang perlu dicermati bersama," tuturnya. Penanganan komprehensif ini meliputi kategori limbah organik, anorganik, hingga limbah B3, yang salah satu wujud solusinya dapat direalisasikan lewat keberadaan bank sampah.





