Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta seluruh pihak menjalankan koordinasi ketat demi memastikan proses penanganan kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di wilayah perairan Merak berlangsung cepat serta terlindungi.
Musibah kebakaran yang menimpa KMP Batumandi berlangsung saat kapal berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak. Peristiwa tersebut tepatnya berlangsung pada kawasan alur masuk perlintasan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa sore (20/10). Berdasarkan laporan resmi, seluruh penumpang beserta kru kapal telah sukses diselamatkan tanpa korban jiwa.
Menhub Dudy menegaskan bahwa langkah penyelamatan serta penanggulangan difokuskan sepenuhnya pada keselamatan jiwa manusia sekaligus perlindungan jalur pelayaran di sekitar area kejadian. Adapun pemicu utama timbulnya api hingga kini masih diselidiki secara intensif oleh aparat berwenang.
"Kemenhub terus mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian. Kami juga siap menindaklanjuti hasil pemeriksaan sesuai dengan kewenangan kami," tutur Dudy saat berada di Pelabuhan Merak, Banten, (20/10).
Dalam tinjauan tersebut, Menhub menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tinggi kepada jajaran petugas lapangan beserta berbagai pihak terkait atas kesigapan mereka mewujudkan proses evakuasi yang lancar. Menhub Dudy sekaligus mengutarakan rasa empati mendalam atas musibah maritim yang terjadi ini.
"Kami atas nama pemerintah menyampaikan rasa prihatin terhadap kejadian ini. Kami terus berkoordinasi untuk penanganan kebakaran dan pengamanan kapal bersama instansi terkait. Alhamdulillah seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat," papar Menhub Dudy.
Operasi pemadaman dan penyelamatan mengerahkan armada gabungan yang mencakup TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, hingga kapal patroli Bea Cukai BC 9006. Penanggulangan terpadu ini juga disokong petugas gabungan otoritas pelabuhan, tim Basarnas, kepolisian, serta instansi terkait lainnya.
Kementerian Perhubungan melalui jajaran otoritas maritim setempat langsung memobilisasi pengerahan bantuan dari berbagai unsur maritim, kapal tunda (tugboat), kapal penyeberangan feri, dan unsur instansi lain guna menuntaskan pemadaman dan evakuasi.
Menhub menambahkan bahwa penyelidikan sumber kobaran api kini ditangani oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta pihak kepolisian. Publik dan pemangku kepentingan diimbau bersabar menunggu hasil resmi serta tidak melontarkan spekulasi liar mengenai kronologi pemicu atau pihak yang harus bertanggung jawab.
"Kita serahkan proses investigasi kepada pihak yang berwenang. Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk mengetahui penyebab kejadian secara objektif dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan penanganan berjalan dengan baik dan aspek keselamatan menjadi perhatian utama," tegas Dudy.
Di samping itu, Kemenhub terus memantapkan kerja sama dengan lembaga mitra guna menuntaskan pengawasan insiden dan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan armada perairan. Langkah evaluasi dipandang vital untuk memetakan formula pencegahan preventif agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari.
Menhub menekankan bahwa keselamatan angkutan pelayaran jangan sekadar dimaknai sebagai kewajiban administratif semata. Hal tersebut wajib direalisasikan lewat kedisiplinan pada prosedur keamanan, keandalan fisik kapal bersama ketangkasan awak, dan konsistensi pelaksanaan regulasi di laut.







