Update Pembangunan 3 Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik di RI

Posted on
banner 336x280

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) memaparkan laporan perkembangan termutakhir seputar pelaksanaan tiga proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Gelombang 1 yang pengerjaannya telah dimulai secara bertahap sejak beberapa bulan ke belakang.

Sebagaimana telah diketahui secara luas, terdapat tiga infrastruktur PSEL pada Gelombang Pertama yang pembangunannya telah diresmikan lewat proses peletakan batu pertama atau groundbreaking secara resmi. Ketiga lokasi strategis tersebut mencakup wilayah PSEL Denpasar Raya di Provinsi Bali, PSEL Kota Bekasi di Jawa Barat, serta PSEL Bogor Raya 1. Pada masa sekarang, seluruh proyek tersebut telah memasuki fase konstruksi fisik di lapangan.

banner 468x60

Pelaksanaan pengerjaan fisik sarana pengolahan limbah perkotaan ini bergulir genap satu tahun sesudah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 mengenai percepatan PSEL resmi diundangkan pada Oktober 2025 yang lalu.

Chief Operating Officer (COO) Denera Dimas Adi Wibowo menuturkan bahwa khusus untuk kawasan PSEL Denpasar Raya dan PSEL Kota Bekasi, pekerjaan struktur dasar berupa pemasangan tiang pancang (piling) telah berhasil dituntaskan antara rentang 500 sampai dengan 600 titik penanaman, dari keseluruhan target akhir yang direncanakan mencapai 1.100 titik fondasi. Sementara itu, untuk fasilitas PSEL Bogor Raya, aktivitas lapangan yang sedang berjalan saat ini berada dalam tahapan persiapan pra-pemancangan (pre-piling) serta instalasi penyediaan batching plant pendukung.

"Jadi progres dari sisi piling-nya sendiri yang merupakan salah satu tahap awal kita dalam melakukan kegiatan konstruksi sangat berjalan baik. Targetnya dari sekitar 1.100 titik piling yang saat ini direncanakan, sudah hampir 500 sampai 600 yang sudah selesai. Kami targetkan di sekitar awal November sampai dengan pertengahan November sudah bisa selesai, sehingga nantinya akan bisa dilanjutkan dengan tahapan konstruksi lainnya seperti fondasi dan steel structure," tutur Dimas saat ditemui di Jakarta pada hari Senin (19/10/2026).

Ketiga fasilitas PSEL Gelombang 1 tersebut diproyeksikan memiliki daya tampung pengolahan sampah melebihi volume 1.500 ton per harinya. Berangkat dari pemrosesan timbulan sampah dalam jumlah masif tersebut, setiap instalasi PSEL ini dirancang untuk memproduksi daya kelistrikan ramah lingkungan dalam skala 31 sampai 36 Mega Watt, yang nantinya seluruh pasokan setrum hijau tersebut akan diserap sepenuhnya oleh PT PLN (Persero) berdasarkan kontrak jual beli listrik skema Power Purchase Agreement (PPA).

"Ini nantinya ke depannya dengan sampah yang akan dikelola baik dari municipal maupun lainnya, itu akan menghasilkan listrik sekitar 31 sampai dengan 36 Mega Watt di mana ini akan di-absorb oleh PLN sesuai PPA yang sudah disepakati. Jadi sampai saat ini konstruksinya masih on track," urai Dimas lebih mendalam perihal kesinambungan proyek.

Pada kesempatan serupa, Chief Executive Officer (CEO) Denera Fadli Rahman menyampaikan bahwa percepatan pengerjaan portofolio PSEL Tahap 1 ini ditargetkan mampu memulai operasi komersial secara penuh (commercial operation date/COD) pada semester pertama kalender 2028 mendatang.

Berdasarkan keterangannya, seluruh penyiapan area dan pembebasan lahan yang sebelumnya berupa genangan rawa maupun danau kini telah sukses dikonversi menjadi bidang tanah tapak konstruksi yang benar-benar siap dibangun secara teknis.

"Kalau kita ingat-ingat lagi bahwa Perpres itu sebenarnya baru diterbitkan di 19 Oktober 2025 dan sekarang persis 1 tahun. Jadi setelah 1 tahun diterbitkan, 3 lokasi ini sudah sedang dalam proses konstruksi dan saat ini bahkan sudah piling. Mudah-mudahan akhir tahun depan kita sudah bisa memiliki fasilitas pengolahan sampah yang akhirnya bisa berjalan," tegas Fadli dalam pemaparannya.

Kemajuan pengerjaan sarana PSEL di tiga kawasan pelopor tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak atau katalisator bagi sistem manajemen persampahan nasional yang terpadu secara holistik dari sektor hulu hingga hilir. Upaya terobosan ini memperoleh topangan kuat lewat mekanisme one stop service terpadu bersama Badan Pengelola Investasi Danantara dan Denera yang secara nyata sanggup memitigasi kerumitan birokrasi, risiko izin, penyediaan tapak lahan, sampai finalisasi kontrak pengikatan jual beli energi bagi para pelaku investasi.

Hingga saat ini, tercatat sedikitnya tiga mega proyek infrastruktur Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang telah melakukan groundbreaking pembangunannya secara sah, yakni PSEL Denpasar Raya di Bali, PSEL Kota Bekasi, dan PSEL Bogor Raya 1. Berikut rincian profil serta capaian masing-masing proyek:

1. PSEL Denpasar Raya

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia secara resmi telah memulai langkah pembangunan sarana Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Pulau Bali, yang dirancang berlandaskan standar kelayakan lingkungan mutu tinggi dari Eropa, terhitung sejak 8 Juli 2026.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengutarakan bahwa upacara peresmian konstruksi PSEL Denpasar Raya dilangsungkan serentak pada momentum penandatanganan perjanjian pembelian daya listrik (Power Purchase Agreement/PPA).

"Pada hari ini Rabu 8 Juli 2026, PSEL Denpasar Raya telah memasuki fase penting melalui agenda penandatanganan Power Purchase Agreement dan peresmian pembangunan PSEL. Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia yang dimulai di Denpasar Raya," ucap Pandu saat menyampaikan pidatonya dalam seremoni Peresmian Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali pada hari Rabu (8/7/2026).

Dalam keterangannya, Pandu menggarisbawahi bahwa unit PSEL Bali dikembangkan secara cermat agar tunduk pada ketetapan regulasi ketat European Industrial Emissions Directive (EU IED). Pengadopsian tolok ukur berstandar global tersebut diyakini mampu menjamin setiap tahapan pembakaran dan pengolahan buangan sampah tetap terjaga kebersihannya serta ramah bagi kelestarian alam sekitar.

"PSEL Bali ini dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan ekonomi lokal dengan maju pada standar lingkungan Europe Industrial Emission Directive atau EUIED," sebut Pandu.

Ia juga menambahkan bahwa kompleks pengolahan limbah modern ini dirancang berkapasitas kerja melumat lebih dari 500 ribu ton sampah domestik per tahun, angka yang setara dengan penanganan lebih dari 40 persen timbunan sampah harian yang tersebar di daratan Bali. Kehadiran instalasi terbarukan ini pun diperhitungkan sanggup mereduksi kadar emisi pencemaran pada lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hingga mencapai taraf 80 persen, di samping meredam pelepasan gas rumah kaca sebesar kisaran 640 ribu ton CO2 ekuivalen pada tiap tahunnya.

"Dari sisi energi inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan sekitar 100 ribu rumah masyarakat Bali. Dan inisiatif ini bernilai Rp 3 triliun, diperkirakan menciptakan 1.200 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%," kata Pandu mengakhiri pemaparannya.

2. PSEL Kota Bekasi

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) selanjutnya meresmikan dimulainya pekerjaan fisik sarana Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik (PSEL) yang berlokasi di kawasan Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, tepat pada hari Rabu, 26 Agustus 2026.

Unit infrastruktur pengolahan energi terbarukan ini ditargetkan memiliki kekuatan konversi sampah sampai 500.000 ton per tahun, atau kira-kira sanggup menelan beban limbah sebanyak 1.500 ton tiap harinya. Energi listrik dari pemrosesan limbah padat perkotaan ini sanggup didistribusikan untuk menyalakan aliran listrik ke 100.000 tempat tinggal keluarga, sembari membuka lapangan pekerjaan baru bagi lebih dari 1.000 pekerja.

Proyek PSEL dengan nilai gelontoran modal mencapai nominal Rp 3 triliun tersebut disiapkan untuk mengolah hingga 70% timbunan sampah kota dari keseluruhan volume yang dihasilkan daerah bersangkutan.

CIO Danantara Pandu Sjahrir menyatakan bahwa kelangsungan operasional pabrik PSEL ini akan mampu memangkas volume penimbunan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara drastis hingga menyusut 90%, serta melahirkan 1.000 lapangan kerja hijau baru bagi masyarakat sekitar.

Ia membeberkan bahwa penetapan rancangan proyek ini telah melewati serangkaian penelaahan menyeluruh dan verifikasi ketat sejak bulan Januari 2026, yang pada awalnya menyeleksi 6 konsorsium peserta lelang internasional hingga akhirnya mengerucut pada 2 mitra konsorsium terbaik yang terpilih.

"Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 70% timbulan sampah terolah di Kota Bekasi. Dari sisi lingkungan, PSEL Kota Bekasi juga diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari Tempat Pembuangan Akhir hingga 80% dan mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 per tahun," jelas Pandu di hadapan tamu undangan acara Groundbreaking Proyek PSEL Ciketing Udik, Bantar Gebang, Bekasi pada Rabu (26/8/2026).

Pengembangan sarana energi ramah lingkungan ini disiapkan memasok kebutuhan pasokan listrik rumah tangga bagi 55.000 unit hunian di sekeliling area Bekasi. Selain mampu memangkas produksi gas karbon dioksida sampai 640.000 ton per tahun, tata kelola fasilitas modern ini mengadopsi standar baku lingkungan Uni Eropa lewat European Industrial Emissions Directive (EU IED) dalam operasionalnya.

"Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55.000 rumah masyarakat Kota Bekasi. Dan inisiatif yang bernilai Rp 3 triliun ini dari sisi investasi, diperkirakan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 90%," jelasnya lagi.

3. PSEL Bogor Raya

Danantara Indonesia melalui entitas anak usahanya, yakni PT Danantara Investment Management (DIM) bersama dengan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), meluncurkan peletakan batu pertama fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 yang terletak di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada hari Kamis, 17 September 2026.

PSEL Bogor Raya 1 menjadi fasilitas pengolahan sampah modern ketiga yang mulai dibangun menyusul dimulainya proyek PSEL Denpasar Raya di Bali dan PSEL Kota Bekasi. Berfungsi mengolah sampah dari kawasan aglomerasi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, fasilitas ini mencerminkan komitmen akselerasi Danantara Indonesia dalam menghadirkan penanganan sampah perkotaan yang berkelanjutan dan bersih lingkungan berpatokan pada amanat Perpres Nomor 109 Tahun 2025.

Pandu Sjahrir selaku Chief Investment Officer Danantara Indonesia kembali menandaskan bahwa kehadiran PSEL Bogor Raya 1 ditata secara khusus guna menyuguhkan faedah konkret terhadap sistem pembuangan sampah, ketersediaan energi terbarukan ramah lingkungan, sekaligus stimulus bagi perputaran ekonomi warga.

"Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, menurunkan emisi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 80%, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO₂ per tahun," jelas Pandu pada hari Kamis (17/9/2026).

Sementara itu, Zulkifli Hasan selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia mempertegas bahwasanya problematika sampah merupakan keadaan genting yang mesti diselesaikan dengan aksi tanggap dan nyata. "Dulu ada sekitar 160 aturan yang membuat prosesnya rumit, sekarang sudah kita pangkas menjadi tiga saja. Dengan begitu, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik bisa berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat," papar Zulhas.

Keberadaan instalasi PSEL Bogor Raya 1 tidak sekadar menghadirkan jawaban atas krisis sanitasi lingkungan hidup, melainkan juga menumbuhkan kesinambungan nilai ekonomi jangka panjang lewat penciptaan potensi usaha baru di tengah warga, termasuk dibukanya peluang bagi 1.200 lapangan kerja hijau. Infrastruktur ini dirancang menjadi motor penggerak ekosistem sirkular persampahan yang tertata dari hulu sampai ke hilir secara berkelanjutan.

banner 336x280