Aparat Polsek Rappocini berhasil meringkus 14 orang pemuda di kawasan Jalan Monumen Emmy Saelan, Makassar, terkait aksi perkelahian massal. Petugas turut menyita berbagai barang bukti berupa senjata tajam jenis badik, parang, serta anak panah busur.
MAKASSAR – Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Rappocini mengamankan sebanyak 14 remaja pria yang diduga kuat ikut terlibat aksi tawuran di kawasan Jalan Monumen Emmy Saelan, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penindakan tegas ini dilakukan pihak kepolisian sesaat setelah memperoleh aduan terkait kericuhan yang meresahkan ketenteraman warga setempat pada Sabtu dini hari.
Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail, mengungkapkan bahwa jajarannya bergerak cepat merespons laporan dari warga demi mengantisipasi timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dari tangan belasan pemuda yang diamankan tersebut, aparat menyita serangkaian benda berbahaya yang diduga dipersiapkan untuk bentrokan.
"Para pemuda ini diamankan setelah personel menerima aduan ada keributan yang berpotensi mengganggu kamtibmas. Barang bukti disita: anak panah, ketapel, senjata tajam jenis badik, parang dan petasan," ungkap Kompol Ismail di Makassar, Sabtu.
Kronologi Penangkapan dan Pengakuan Terduga Pelaku
Kepala Unit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Muhammmad Ali Djaras, membeberkan secara rinci alur penangkapan komplotan tersebut. Usai memperoleh perintah dan petunjuk dari Kapolsek, personel patroli langsung meluncur menuju lokasi perkara. Ketika tiba di tempat kejadian perkara (TKP), sekumpulan pemuda yang berada di area itu mendadak lari berhamburan untuk kabur.
"Personel lalu menyisir di sekitar lokasi dan mengamankan 14 orang laki-laki diduga terlibat dalam keributan tersebut. Mereka digeledah, ditemukan sejumlah barang bukti senjata tajam diduga digunakan tawuran," terang Iptu Ali Djaras.
Mengacu pada hasil pemeriksaan salah satu pemuda, bentrok bermula saat kelompok mereka sedang berkumpul di suatu rumah sambil meminum minuman keras. Gerombolan ini tiba-tiba diserbu oleh rombongan geng motor yang melesatkan anak panah dan menembakkan senjata airsoft gun. Seorang rekan mereka menderita luka tembak mimis airsoft gun pada bagian lengan kiri. Menghadapi gempuran itu, kelompok ini memberikan perlawanan balik dengan senjata tajam, hingga akhirnya para penyerang bermotor tersebut melarikan diri kocar-kacir.
Salah satu pemuda mengakui bilah badik yang ditemukan merupakan miliknya pribadi, sedangkan seorang lainnya berterus terang telah melepaskan anak panah saat kericuhan meletus. Kendati demikian, aparat penegak hukum masih terus menginterogasi seluruh pemuda guna mendalami urutan peristiwa secara menyeluruh dan mengidentifikasi peranan masing-masing pihak dalam insiden bentrok tersebut.
Imbauan Pengawasan Orang Tua dan Sinergi Lingkungan
Kompol Ismail menegaskan bahwa kepolisian akan senantiasa mengambil langkah hukum tegas terhadap segala wujud tindakan anarkis yang merusak stabilitas keamanan. Dirinya juga mengingatkan para generasi muda agar menghindari perselisihan, aksi geng motor, serta membawa senjata tajam berbahaya demi keselamatan bersama.
Selain itu, Kapolsek mengimbau segenap orang tua supaya memperketat pengawasan pergaulan putra-putri mereka. Ia menggarisbawahi peran krusial lingkungan keluarga dalam mencegah anak terjerumus ke aktivitas melanggar norma hukum pidana.
“Kami berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga keamanan di lingkungannya. Apabila mengetahui adanya keributan atau aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan melalui Bhabinkamtibmas atau telepon Call Center 110,” pungkas Kompol Ismail sembari mengajak kolaborasi warga.





