Liputan6.com, Jakarta – Menghormati tokoh yang memiliki andil besar dalam kehidupan tidak cukup sekadar bernostalgia mengenai rekam jejak maupun pencapaian prestasinya. Nilai keteladanan seorang figur akan menjadi jauh lebih bernilai saat warisan luhurnya terus dihidupkan melalui langkah nyata, khususnya dalam membuka berbagai kesempatan baru serta mengulurkan tangan bagi mereka yang tengah didera keterbatasan hidup.
Landasan pemikiran penuh kepedulian itulah yang diangkat Tempo Scan Group saat meresmikan kehadiran Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia (TSKM), momen bersejarah yang diselenggarakan tepat memperingati genap satu tahun berpulangnya Ibu Kartini Muljadi, sang perintis sekaligus salah satu pendiri korporasi tersebut.
Institusi filantropi ini dirancang untuk menggulirkan tiga pilar agenda sosial utama, yang mencakup penciptaan kesempatan setara bagi kaum disabilitas, penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui akselerasi platform digital, hingga fasilitasi pengobatan bagi kalangan penderita penyakit kanker.
Seremoni peresmian Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia dihelat di Gedung Tempo Scan Tower, kawasan Jakarta, pada Kamis (15/10/2026). Lewat wadah resmi ini, jajaran Tempo Scan Group bertekad melanjutkan fondasi etika dan kebajikan yang dipancarkan Kartini Muljadi ke dalam kontribusi sosial riil yang tertata rapi, terarah, serta berkesinambungan bagi masyarakat luas.
Andi Mallarangeng, yang mengemban amanah sebagai Penasihat Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia, menyampaikan pandangannya bahwa kelahiran yayasan kemanusiaan ini merupakan terjemahan konkret dari upaya meneruskan teladan hidup Ibu Kartini Muljadi secara berkelanjutan di tengah dinamika masyarakat.
“Ada banyak cara untuk mengenang seseorang yang menjadi teladan, panutan, sosok yang menginspirasi, dan orang yang dihormati. Namun, Bapak Handojo S. Muljadi selaku Executive Chairman of PT Tempo Scan Pacific Tbk. & Co-founder of Tempo Scan Group memilih untuk meneruskan keteladanan dan inspirasi sosok Ibu Kartini Muljadi melalui aksi nyata dan kontribusi sosial.
Hal tersebut diwujudkan melalui pembentukan Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia.” kata Andi Mallarangeng yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Tempo Scan Pacific Tbk.
Andi melanjutkan pemaparannya bahwa Tempo Scan Group pada dasarnya telah lama bergerak aktif memprakarsai aneka inisiatif kedermawanan publik. Kehadiran yayasan independen ini diproyeksikan menjadi entitas resmi yang sanggup memperkokoh kesinambungan program serta melebarkan jangkauan faedah positifnya kepada khalayak ramai.
Lima Nilai Utama Menjadi Landasan Yayasan
Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Tempo Scan Pacific Tbk. yang menduduki posisi Wakil Ketua Yayasan TSKM, I Made Dharma Wijaya, menguraikan bahwa sari pati kebajikan dan keharmonisan hidup yang senantiasa dipraktikkan almarhumah Kartini Muljadi telah mendarah daging sebagai kompas operasional entitas usaha.
Fondasi moral tersebut terformulasikan ke dalam lima pedoman pokok Tempo Scan, yang mencakup Kejujuran, Kesetaraan, Kerja Keras, Tanggung Jawab, serta Kebermanfaatan. Prinsip luhur ini terus dipedomani dalam menakhodai armada bisnis seraya menebar dampak maslahat untuk internal karyawan, pelanggan setia, para pemangku kepentingan, hingga publik tanah air.
“Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia didirikan sebagai salah satu bentuk implementasi dari kelima nilai utama tersebut,” ujar I Made Dharma Wijaya.
Lebih dalam dirinya memaparkan, peresmian yayasan ini hakikatnya menyambung rantai panjang kiprah tanggung jawab sosial korporasi alias corporate social responsibility (CSR) Tempo Scan Group yang senantiasa bergulir aktif dalam lintasan kurun waktu bertahun-tahun silam.
Salah satu rekam jejak terdahulu yang legendaris yaitu Program Sosial Indonesia Tersenyum (PSIT), gerakan kemanusiaan berdurasi 2007 hingga 2017 yang difokuskan pada penanganan medis korektif bagi anak-anak pengidap kelainan fisik bawaan. Dipaparkan I Made Dharma Wijaya, gerakan sosial masa lalu itu telah merangkul hampir 3.000 anak Nusantara.
Kiprah filantropi Tempo Scan tidak terhenti di situ; perusahaan kemudian menelurkan program perbaikan nutrisi serta proteksi kesehatan anak semenjak tahun 2017. Program pemenuhan gizi generasi penerus itu tercatat sukses menyentuh lebih dari 200.000 anak dari pelosok berbagai daerah Indonesia.
Berangkat dari fondasi sejarah itu, kemunculan TSKM diorientasikan membawa misi sosial perusahaan ke dalam sistem yang jauh lebih terintegrasi, dengan tiga fokus pergerakan yang menyasar segmen kelompok warga dengan karakteristik kebutuhan berbeda secara akurat.
Tiga Program Utama Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia
Fokus gerakan yang pertama ditujukan pada kesetaraan peluang bagi teman-teman penyandang disabilitas. Rancangan program ini bertujuan mempersenjatai kelompok difabel dengan keterampilan, pengetahuan fungsional, dan aksesibilitas ruang yang seimbang agar memiliki kemandirian hidup yang bermartabat di tengah pergaulan sosial.
Salah satu langkah strategis yang siap digulirkan adalah penyelenggaraan pelatihan intensif langsung di fasilitas operasional unit bisnis Tempo Scan. Inisiatif vokasional tersebut ditargetkan mematangkan mentalitas peserta menuju gerbang dunia industri profesional, termasuk memberikan kans berkarir langsung di tubuh perusahaan.
“Program ini akan kami lakukan dalam beberapa tahap, 4 tahap. Pada tahap pertama pengenalan budaya kerja, tahap berikutnya adalah training dan ilmu basic dasar, dilanjutkan dengan tahap praktek kerja mandiri dan tahap terakhir adalah evaluasi dari seluruh program seperti nilai untuk para peserta,” jelas Ernes Beneldy, Direktur PT Tempo Scan Pacific, Tbk.
Pilar kedua bertumpu pada pendampingan, perberdayaan, serta modernisasi digital bagi para pegiat UMKM dengan pemanfaatan jalur niaga elektronik (e-commerce). Tempo Scan telah menyiapkan sarana platform tempomart.com guna membimbing wirausahawan kecil melebarkan sayap pemasaran daring dan memperluas daya jangkau pembeli baru.
Stuart selaku Business Unit Head PT Tempo Digital Nusantara memberikan keterangannya bahwa jajaran produk buatan Tempo Scan selama berdekade telah akrab beredar luas menopang rutinitas harian warga, menjalin relasi akrab dengan jaringan warung tradisional, kios kelontong, serta pedagang eceran lokal.
“Melalui Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia, kami ingin melanjutkan untuk memberikan dukungan tersebut dengan membuka peluang yang lebih luas di pasar digital,” ujarnya.
Tak cuma sekadar menyuguhkan ruang etalase perdagangan daring, program pemberdayaan ini juga diagendakan menyajikan bimbingan edukasi komprehensif terkait taktik digital marketing, tata cara peletakan iklan komersial yang jitu, hingga kiat menarik minat konsumen secara organik di ranah maya.
“Melalui Tempo Mart, kami ingin menyediakan pilihan kanal penjualan dengan akses yang terbuka dan biaya yang ringan. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memperkenalkan produknya menjangkau calon pembeli di luar pasar yang selama ini mereka layani dan memiliki banyak ruang untuk mengembangkan usaha.” jelasnya.
Selanjutnya, pilar ketiga didedikasikan untuk mengalirkan asa kesembuhan bagi para pejuang kanker. Agenda ini diposisikan sebagai ujung tombak uluran tangan medis yayasan, yang memprioritaskan bantuan secara terarah kepada penderita kanker dari strata keluarga prasejahtera yang kepayahan membiayai tindakan medis.
I Made Dharma Wijaya mengisahkan, inisiasi program intervensi pengobatan kanker ini berakar dari pengalaman batin yang sangat personal dari Executive Chairman PT Tempo Scan Pacific Tbk. sekaligus Co-founder Tempo Scan Group, Handojo S. Muljadi, yang harus tabah kehilangan figur sang ayah tercinta akibat keganasan kanker pada masa usia mudanya.
"Pengalaman tersebut membekas dan mendorong keinginan untuk membantu pasien kanker memperoleh akses pengobatan yang lebih baik. Program ini terutama menyasar pasien kanker dari kalangan masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas," kata I Made Dharma Wijaya.
Dalam keterangan tambahannya, ia menandaskan bahwa strategi TSKM dirumuskan untuk membukakan jalan bagi pasien berkriteria tepat guna menikmati rangkaian tindakan penyembuhan yang berkualitas tinggi secara ajek dan berkesinambungan tanpa terputus di tengah jalan.
“Tujuan akhir program bukan sekadar menetapkan target jumlah pasien yang dibantu, melainkan meningkatkan survival rate atau peluang bertahan hidup pasien kanker,” tambahnya.
Guna menjaga akuntabilitas, seluruh calon penerima santunan medis dipastikan harus lolos penelusuran kurasi ketat yang melibatkan kemitraan dokter spesialis serta otoritas tim medis rumah sakit tempat pasien berikhtiar menjalani proses perawatan.
Donasi Awal Rp5 Miliar dan Dukungan Obat Kanker
Sebagai bekal akselerasi program kerja, Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia telah mengantongi sokongan modal donasi perdana dari sang pimpinan tertinggi, Executive Chairman of PT.Tempo Scan Pacific,Tbk & Cofounder of Tempo Scan Group, Handojo S. Muljadi.
Direktur PT Tempo Scan Pacific Tbk. yang memegang tampuk Bendahara Umum Yayasan TSKM, Liza Prasodjo, menegaskan bahwa struktur permodalan tahap awal yayasan juga ditopang oleh kontribusi finansial yang dialirkan oleh Indonesia Parameter Marketing.
Pada masa yang akan datang, pengurus yayasan memberikan pintu kesempatan yang seluas-luasnya bagi segenap jajaran keluarga besar Tempo Scan Group untuk turut menyumbang bantuan dana maupun terjun langsung dalam aksi nyata. Namun untuk tahap pembuka, saluran donasi masih diprioritaskan eksklusif bagi kalangan internal grup usaha.
Di samping sokongan finansial yang melimpah, implementasi program pendampingan pasien kanker turut diperkuat dengan pasokan perbekalan farmasi dari lini produksi PT Tempo Scan CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI), sebuah entitas kemitraan bersama antara Tempo Scan dengan Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group Co., Ltd. (CTTQ) yang bernaung di bawah payung Sino Biopharmaceutical Limited.
Berdirinya Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia menandai keteguhan sikap Tempo Scan Group untuk merawat nilai-nilai kepedulian yang telah terbangun lama, sekaligus mempertajam jangkauan kerja sosial agar kian terorganisasi secara rapi.
Ketiga muatan misi utama yayasan tersebut diharapkan sanggup membukakan pintu kesetaraan kaum disabilitas, memantik lonjakan daya saing sektor UMKM, serta meringankan beban para pasien kanker dalam menembus keterbatasan penanganan terapi medis yang krusial.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6







