Dampak Kabut Asap di Bandara Kualanamu: Tiga Penerbangan Dibatalkan dan Empat Ditunda

Posted on
banner 336x280

PT Angkasa Pura Aviasi terpaksa membatalkan tiga jadwal rute domestik serta menunda empat keberangkatan lain di Bandara Kualanamu akibat gangguan kabut asap yang memperpendek jarak pandang visual.

Operasional lalu lintas udara di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mendadak lumpuh sebagian pada Kamis (15/10). Pengelola bandara membenarkan terjadinya serangkaian pembatalan serta penundaan penerbangan komersial.

banner 468x60

Pihak PT Angkasa Pura Aviasi menjelaskan bahwa keputusan pembatalan berlaku bagi tiga rute antardaerah. Di samping rute domestik tersebut, terdapat empat jadwal perjalanan pesawat lainnya, mencakup penerbangan rute mancanegara, yang tertahan keberangkatannya.

"Benar, hari ini tercatat tiga rute domestik dibatalkan (cancel). Ada pula empat perjalanan, salah satunya rute menuju Kuala Lumpur, yang tertunda (delay)," ucap Humas PT Angkasa Pura Aviasi, Zul Andrika, di Deli Serdang.

Rincian Jalur Terdampak

Kebijakan pembatalan jadwal terbang antardaerah mencakup trayek Kualanamu-Mandailing Natal, Kualanamu-Takengon, dan rute Kualanamu-Sibolga. Sedangkan perjalanan yang sempat ditunda keberangkatannya meliputi penerbangan rute lintas negara menuju Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia.

Kendati sempat terjadi hambatan, Zul mengonfirmasi situasi operasional kini bergerak pulih. "Semua pesawat yang terdampak keterlambatan akibat pekatnya kabut asap mulai pagi sampai pukul 16.35 WIB sudah diberangkatkan seluruhnya," ungkapnya secara rinci.

Ia menerangkan lebih lanjut, persoalan penundaan muncul lantaran waktu kedatangan serta keberangkatan armada mengalami kemunduran jadwal. "Durasi keterlambatannya tidak lama, sebagian besar perjalanan yang sempat tertahan sekarang sudah lepas landas," tambah Zul.

Kondisi Jarak Pandang Menurun

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengungkapkan fenomena kabut asap tengah menyelimuti kawasan Sumatera Utara. Keadaan atmosfer tersebut memicu penurunan jarak pandang visual penerbangan secara drastis.

"Berdasarkan laporan pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit hari ini pukul 10.00 WIB, jarak pandang di Sumatera Utara menyusut menjadi kisaran 1 hingga 4 kilometer," papar Hendro di Medan, Rabu (14/10).

Hal yang menarik, hasil pemantauan sensor satelit pada sebaran titik panas (hotspot) di kawasan Sumut per Selasa (13/10) tidak mencatat satu pun titik api lokal. Walau nihil hotspot, pengukuran mutu udara mendapati konsentrasi debu halus PM2.5 berada di ambang sedang sampai tidak sehat.

Hendro pun mengingatkan warga di area rawan paparan kabut agar membatasi aktivitas luar ruangan sewaktu udara memburuk. "Jika mendesak harus berkegiatan di ruang terbuka, masyarakat sangat dianjurkan memakai masker pelindung," tutupnya.

banner 336x280