Wali Kota Singkawang Dorong Keterlibatan Publik Rawat Kebudayaan Daerah

Posted on
banner 336x280

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa pemeliharaan warisan budaya merupakan kewajiban kolektif, bukan sekadar tugas pemerintah, pada momentum Pekan Kebudayaan Daerah 2026.

BENGKAYANG – Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyerukan kepada segenap lapisan warga supaya mengambil peran konkret dalam merawat serta memajukan khazanah lokal. Imbauan tersebut diutarakan agar adat istiadat dan nilai kearifan setempat senantiasa lestari lalu diteruskan kepada para penerus masa depan.

banner 468x60

“Kebudayaan bukan cuma agenda pihak birokrasi, bukan pula melulu beban para seniman maupun pegiat adat. Kebudayaan adalah kepunyaan bersama dan kewajiban bersama,” tutur Tjhai ketika meresmikan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Singkawang 2026 pada hari Kamis.

Dirinya menuturkan, langkah mempertahankan tradisi menuntut sinergi antarlini yang menyeluruh. Unsur-unsur terkait tersebut mencakup jajaran instansi pengambil kebijakan, lingkungan akademis atau sekolah, seniman, budayawan, para tetua adat, hingga segenap warga yang konsisten mempraktikkan tradisi di keseharian.

Fungsi Krusial Pemda serta Sektor Pendidikan

Pemerintah kota, urai Tjhai, memegang andil sentral dalam memformulasikan regulasi terarah dan menyediakan wadah berkarya. Lebih dari itu, otoritas daerah berkewajiban mengokohkan ekosistem seni serta memberikan sokongan sekaligus perlindungan bagi segenap pegiat seni budaya lokal.

Pada aspek lain, institusi pendidikan, empu kesenian, dan pemuka adat dituntut menjalin kemitraan solid. Sinergi ini ditujukan demi menyuntikkan filosofi budaya kepada kaum muda, memastikan kekayaan nenek moyang terus diaplikasikan secara nyata dan tidak berhenti sebagai memori lampau.

Tjhai menyatakan agenda Pekan Kebudayaan Daerah adalah panggung strategis bagi insan kreasi, peserta didik, serta warga umum. Melalui perhelatan ini, mereka dapat tampil sebagai pelaku aktif, pencipta gagasan baru, penemu inovasi, sekaligus pewaris nilai kebudayaan, bukan cuma penikmat pasif.

“Prinsip kearifan lokal mesti terus dirawat agar kebudayaan menjadi tonggak esensial arah pembangunan Singkawang serta mengawal kemajemukan identitas, adat, kelompok, dan wujud seni,” imbuhnya.

Ia memaparkan, selain menjaga kesinambungan adat, Pemkot Singkawang berniat menjamin seluruh objek pemajuan tradisi dan peninggalan purbakala terus diakui, digemari, serta dialihkan kepada angkatan berikutnya secara utuh.

Tjhai Chui Mie melayangkan pujian tinggi bagi terlaksananya PKD sebagai kalender budaya garapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang. Ia berharap perhelatan akbar ini sanggup memicu kepedulian publik demi keabadian budaya lokal.

Artikel ini disadur dengan asistensi teknologi cerdas.

Menpora Erick Thohir Siapkan Sinkronisasi Pusat-Daerah, Fasilitas Olahraga Mangkrak Jadi Perhatian

Pameran Halal di Jeddah Raup Potensi Transaksi Rp15 Miliar, Fesyen Indonesia Siap Ekspansi ke Arab Saudi

Indonesia Patuhi Protokol Pelaporan Karhutla ASEAN, Menlu: Data Operasional Dibagikan

RI Targetkan Ekspor Nikel US$45 Miliar pada 2026, Bukti Hilirisasi Berbuah Manis

Wali Kota Singkawang Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Daerah

banner 336x280