Bangka Belitung Gaungkan Deklarasi Anti Narkoba dan Kekerasan Anak via PAAREDI

Posted on
banner 336x280

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan edukasi sekaligus ikrar bersama untuk menanggulangi peredaran narkoba, aksi perundungan, dan tindak kekerasan terhadap anak melalui skema Program PAAREDI di era digital.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi melangsungkan sosialisasi serta pembacaan deklarasi guna menangkal bahaya narkotika, aksi bullying, hingga kekerasan yang menyasar anak-anak. Agenda terpadu ini menjadi wujud nyata penerapan Program Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) di wilayah setempat.

banner 468x60

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyatakan bahwa agenda tersebut memegang peranan krusial sebagai fondasi pertahanan akhlak anak sedini mungkin. Sikap tegas tersebut ia utarakan di tengah derasnya gelombang informasi teknologi digital yang kini semakin sukar disaring.

Hidayat turut melayangkan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kepulauan Bangka Belitung atas keberhasilan memprakarsai Program PAAREDI. Ia menilai langkah konkret tersebut berfokus memperkokoh proteksi bagi tunas bangsa agar sanggup tumbuh serta berkembang secara maksimal, tanpa bayang-bayang zat adiktif, perundungan fisik, maupun perlakuan kasar.

"Peran aktif PKK melalui program PAAREDI menjadi pilar utama dalam membendung pengaruh negatif pada era digital serta memastikan pola asuh berjalan optimal dari lingkungan keluarga," kata Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Selasa.

Aparatur pemerintah daerah bersama TP PKK beserta segenap lapisan warga berikrar siap siaga menjaga keselamatan anak-anak. Sinergi ini memastikan institusi pendidikan dan kediaman pribadi menjadi zona paling tenteram dan menenangkan bagi fase pertumbuhan anak.

Hidayat memaparkan bahwa kemitraan solid ini wajib sanggup menjawab berbagai persoalan masa kini, semisal pertemanan toksik dan teror siber (cyber bullying). Maka dari itu, pihak birokrasi berikhtiar menciptakan ekosistem belajar yang ramah anak berlandaskan bimbingan intensif, kontrol berkala, serta pemantapan budi pekerti secara berkelanjutan.

Langkah strategis itu menyatukan keterlibatan proaktif para wali murid, tenaga pendidik, warga umum, dan jajaran birokrasi daerah. Penerapan iklim edukasi ramah anak diyakini sebagai pilar fundamental guna mencetak moralitas generasi penerus yang kokoh.

"Anak-anak adalah masa depan Bangka Belitung. Kita tidak boleh membiarkan masa depan mereka rusak oleh narkoba, perundungan, maupun kekerasan di era digital ini," tegas Hidayat.

banner 336x280