Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja investasi negara telah menyentuh angka Rp 62,6 triliun per 30 September 2026.
"Investasi yang lewat BUMN maupun operator investasi pemerintah telah kita keluarkan Rp 62,6 triliun," tutur Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada konferensi pers APBN pekan lalu, dikutip Senin (12/10/2026).
Porsi terbesar dari kucuran investasi tersebut mengalir ke Perum Bulog dengan nilai Rp 22,7 triliun. Alokasi ini dipakai guna pengadaan cadangan beras pemerintah memakai skema investasi nonpermanen tahun anggaran 2026 yang terserap tuntas 100%.
Kucuran dana investasi nonpermanen tahun 2026 bagi Bulog ini berhasil menyerap 3,5 juta ton gabah, 13,9 ribu ton beras, serta 55 ribu ton jagung langsung dari para petani.
Pos berikutnya disalurkan menuju LPDP sebesar Rp 15 triliun guna memperkokoh dana abadi sektor pendidikan. Pemanfaatan imbal hasil investasi tersebut mendanai 21.497 penerima beasiswa reguler dan 17.311 peserta beasiswa kolaborasi.
Alokasi investasi lain diberikan melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sejumlah Rp 11 triliun. Anggaran ini terealisasi menjadi 165.008 unit hunian berharga total Rp 20,5 triliun di 390 kabupaten/kota pada 36 provinsi.
Pemerintah pun menyalurkan Rp 9,6 triliun melalui LMAN demi menopang aneka proyek strategis nasional. "Ini termasuk untuk pengadaan lahan," ucap Suahasil.
Sisa pembiayaan investasi negara dialirkan ke Lembaga Keuangan Internasional (LKI) senilai Rp 2,2 triliun, PT SMI Rp 1,1 triliun, serta BPDLH sebesar Rp 1 triliun.








