Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditaksir melaju di zona hijau pada sesi transaksi Senin (12/10).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai indeks saham memiliki kans mempertahankan tren kenaikan jangka pendek, kendati ancaman pelemahan tetap patut diantisipasi seandainya menembus batas penopang utama.
"Dalam skenario terbaik, IHSG diperkirakan berada pada bagian wave iv dari wave c, sehingga berpeluang menguat untuk menguji area gap 6.227-6.231. Namun, cermati koreksi jangka pendek ke 6.008-6.025 dan risiko pelemahan menuju 5.850-5.911 jika IHSG menembus 5.973," jelas Herditya lewat laporan risetnya.
Herditya menakar pergerakan IHSG bertengger pada rentang support 6.018, 5.973 serta resistance 6.297, 6.376 hari ini. Dirinya turut menyodorkan pilihan saham potensial meliputi BRPT, BUMI, MDKA, beserta ITMG.
Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memprediksi indeks saham menghadapi ancaman tekanan lanjutan usai merosot melewati angka 6.019 pada sesi perdagangan penutup pekan kemarin.
Potensi penurunan dinilai masih membayangi selama pergerakan IHSG belum berhasil melonjak kembali melampaui ambang batas penahan koreksi penting.
"Penembusan di bawah 6.019 membuka peluang IHSG melemah setidaknya ke 5.942 atau menguji support Fibonacci di 5.850. Risiko tersebut dapat mereda jika IHSG mampu naik di atas 6.179," papar Ivan.
Dirinya menaksir posisi IHSG bakal menguji level support 5.942, 5.850, 5.768, dan 5.607, serta resistance 6.261, 6.423, dan 6.552 hari ini. Ivan turut menyarankan saham AMRT serta BMRI.
IHSG mendarat di posisi 6.093 saat penutupan bursa Jumat (9/10) petang. Angka itu melesat 62,44 poin atau setara 1,04 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Merujuk catatan data RTI Infokom, perputaran dana pemodal mencapai Rp9,93 triliun dengan volume 38,33 miliar lembar saham lewat frekuensi transaksi sebesar 1,42 juta kali.
Kala penutupan perdagangan akhir pekan lalu tercatat 381 saham terapresiasi, 238 emiten tertekan, serta 172 saham bergerak stagnan.
Catatan Redaksi: Artikel ini bukanlah anjuran untuk membeli atau menjual efek tertentu. Seluruh keputusan penanaman modal sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.








