Pipa Transmisi Air Baku Rusak di Banjar, BPAM Banjarbakula Targetkan Perbaikan Rampung 10 Hari

Posted on
banner 336x280

Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula bergerak cepat membenahi kerusakan pipa transmisi utama penyalur air baku berukuran 1.200 milimeter di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Masa pengerjaan diproyeksikan tuntas dalam rentang lima sampai sepuluh hari dengan memaksimalkan intake cadangan berdebit 120 liter per detik.

BANJARBARU – Satuan kerja BPAM Banjarbakula sedang fokus menuntaskan kerusakan fisik pipa transmisi primer air baku berdiameter 1.200 milimeter pada area Sei Landas, Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Agenda pemulihan saluran diperhitungkan menghabiskan durasi hingga 10 hari, seraya memfungsikan instalasi intake alternatif berkapasitas 120 liter per detik guna menjamin kontinuitas distribusi.

banner 468x60

Pimpinan BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, menyampaikan keterangan di Banjarbaru pada Ahad, bahwasanya instansinya langsung menonaktifkan operasional pompa Intake Mandikapau dan mematikan seluruh katup penghubung pipa demi memutus suplai cairan ke area jebol. Prosedur darurat ini ditempuh agar skala kerusakan tidak melebar serta melancarkan tahapan teknis di lapangan.

"Saat ini, petugas melanjutkan penanganan melalui survei kondisi lapangan, pemeriksaan pipa, serta persiapan alat berat dan material perbaikan, termasuk ripper clamp," kata Wahyu. Dirinya menuturkan pula bahwa unit ekskavator tengah dinanti ketibaannya guna mendukung pengoperasian fisik di titik kerusakan.

Estimasi Waktu Pengerjaan dan Normalisasi Distribusi

Pihak BPAM Banjarbakula menaksir seluruh siklus perbaikan memerlukan tenggat waktu antara 5 hingga 10 hari, dengan memperhitungkan rangkaian tahapan teknis sampai konstruksi pipa dipastikan aman dioperasikan kembali. "Setelah perbaikan selesai, pasokan air baku melalui jalur utama dapat dipulihkan secara bertahap," terang Wahyu.

Guna meredam imbas kendala teknis ini, BPAM Banjarbakula memaksimalkan unit intake sementara yang berkemampuan debit sekitar 120 liter per detik. Terobosan jangka pendek tersebut dipacu untuk menopang ketahanan suplai pasokan air baku di tengah tersendatnya jalur pipa utama. "Kami berupaya agar pengoperasian tetap berjalan melalui intake darurat. Memang ada gangguan karena kebocoran terjadi pada pipa utama, tetapi kami terus mengoptimalkan sistem yang tersedia agar pasokan air baku tetap dapat berjalan selama perbaikan," sebutnya.

Rencana Pembaruan Jaringan Transmisi

Sebagai langkah strategis masa depan, manajemen BPAM Banjarbakula melayangkan usulan proyek pembaruan konstruksi pipa distribusi air baku kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Rencana infrastruktur ini diharapkan mulai dieksekusi pada 2027 untuk memutus potensi insiden serupa di koridor saluran primer.

Wahyu menekankan, peremajaan instalasi sangat mendesak demi membenahi fasilitas rentan rusak sekaligus memperkuat reliabilitas jaringan distribusi air baku regional. Melalui langkah tersebut, probabilitas kemunculan kendala teknis serupa dapat ditekan sehingga kelancaran transfer air baku makin terjaga ke depannya.

Jajaran pengelola BPAM Banjarbakula turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga atas ketidaknyamanan distribusi yang timbul imbas insiden kebocoran ini. Pihaknya menegaskan bahwa pengawasan lapangan dan percepatan rekonstruksi terus digenjot agar sistem utama beroperasi normal begitu perbaikan dinyatakan aman.

Materi berita ini diselaraskan dengan sokongan teknologi AI.

Pipa Utama Air Baku Bocor di Banjar, BPAM Banjarbakula Perbaiki 10 Hari

Kantor Imigrasi Denpasar Deportasi Dua WN China Pelaku Praktik Kedokteran Ilegal

Kebakaran Hutan Meluas, BKSDA dan IAR Evakuasi 46 Orangutan Kalimantan

Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan, UMJ Bangun Sinergi dengan Wali Mahasiswa Baru

Baru 10 Hari Menjabat, Kapolri Ganti Tiga Kapolda, Total Sudah 22 Kapolda Dimutasi

banner 336x280