Luhut Binsar Pandjaitan selaku Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah menyampaikan kabar terbaru perihal perombakan mekanisme subsidi komoditas menjadi bantuan langsung tunai kepada warga.
Tokoh yang merangkap jabatan Ketua Dewan Ekonomi Nasional tersebut memastikan peralihan skema bantuan sosial ini bakal digarap secara bertingkat.
"Ya nanti sambil jalan bertahap. Semua dilakukan bertahap," tutur Luhut saat ditemui pada Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (7/10).
Sebelumnya Luhut memaparkan agenda perombakan ini diproyeksikan mulai beroperasi kurun satu sampai dua tahun mendatang, menjadi pilar pembenahan sistem perlindungan sosial (perlinsos) serta agenda digitalisasi basis data nasional.
Pada fase permulaan, pihak birokrasi berfokus merampungkan penggabungan maupun pembaruan data warga penerima bansos sebelum penyaluran dialirkan memanfaatkan infrastruktur terpadu yang lebih presisi.
"Ini kan baru bansos. Nanti ke depan, kita ini dalam overtime, mungkin dalam satu-dua tahun ke depan subsidi itu saya sudah lapor Presiden (Prabowo Subianto), tidak lagi pada barang, langsung pada manusia, jadi cash," jelas Luhut dalam sesi jumpa pers di Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (30/9).
Sekarang ini otoritas terkait masih terus membangun platform digital komprehensif yang mengoneksikan data lintas kementerian maupun instansi.
Luhut menegaskan berkas kependudukan milik Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) siap dikolaborasikan bersama arsip kementerian serta lembaga lain mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Ia menganggap rekonsiliasi data mutlak digarap supaya pihak berwenang sanggup memetakan kalangan masyarakat yang sungguh-sungguh layak mendapatkan sokongan.
Aparatur negara pun membuka peluang pendaftaran publik supaya penetapan kuota penerima kelak tidak hanya berpatokan kaku terhadap arsip penerima terdahulu.
"Jadi 98 persen dari (288 juta) jumlah penduduk itu sudah ada di Dukcapil. Itu sekarang kita mutakhirkan semua. Dengan AI ini kita nanti desil-desilnya juga kita perbaiki semua karena semua kementerian/lembaga itu sekarang sudah bisa berkomunikasi satu sama lain dengan AI," bebernya.
Luhut mematok penyelarasan sekaligus penyatuan bank data tuntas pada penghujung tahun 2026. Selepas itu, uji coba distribusi bansos modern siap digulirkan kuartal I 2027.
"Untuk tahun 2027 kita bagi bansos. Kita akan coba kuartal pertama tahun depan kita bagi bansos. Tapi itu subjektif kepada keberhasilan kita sampai akhir tahun," kata Luhut.







