Pemerintah Rapel Bansos Beras 30 Kg Mulai Pekan Ini, Zulhas Beri Kepastian

Posted on
banner 336x280

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa distribusi bantuan pangan bagi keluarga berpenghasilan rendah mulai digulirkan pekan ini. Bantuan berwujud 30 kilogram beras tersebut bakal langsung dialokasikan sekaligus untuk periode tiga bulan.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini memaparkan bahwa jatah pangan Oktober, November, serta Desember akan digabungkan atau dirapel penyerahannya. Total alokasi cadangan pangan yang siap dikucurkan hingga penutupan tahun ini tercatat menembus 1 juta ton, menyasar 33,2 juta penerima manfaat dari kelompok desil 1 sampai desil 4.

banner 468x60

"Sudah. Minggu-minggu ini akan mulai dikirim. Dirapel sekaligus. Dulu biasanya sebulan sekali, ini sekaligus. Jadi Oktober, November, Desember 30 kilo," ujar Zulhas saat berada di Makassar, Rabu (7/10).

Dirinya pun mengimbau khalayak luas agar tidak merasa cemas perihal keberlanjutan program tersebut. Aparatur negara menjamin pasokan logistik pangan telah siap sedia dan segera didistribusikan ke penerima.

Di samping bantuan sosial beras, otoritas terkait turut menyiagakan 1 juta ton beras subsidi bagi warga yang masih mampu berbelanja komoditas pokok tetapi menghendaki harga lebih ramah kantong.

"Bagi masyarakat yang bisa membeli tapi tidak keberatan kalau harga naik, maka kita juga sudah putuskan beras bersubsidi sebanyak 1 juta ton, seharga Rp 12.500 perkilogram," tutur sang Menko.

Zulhas menerangkan bahwa patokan harga beras bersubsidi berada di kisaran Rp12.500 setiap kilogram dan distribusinya telah digerakkan Perum Bulog ke berbagai pasar tradisional. Pemerintah berencana memperluas jangkauan penjualannya lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tengah beroperasi.

"Bulog sudah sebarkan ke pasar-pasar. Juga nanti akan masuk ke Koperasi Desa Merah Putih yang sudah berjalan," imbuhnya.

Di sisi lain, pengendalian banderol daging ayam beserta telur konsumsi turut diantisipasi dengan menjaga ongkos pakan ternak. Salah satu instrumen kebijakannya ialah menggelar lelang komoditas jagung kepunyaan Perum Bulog.

Zulhas mengungkapkan bahwa persediaan jagung di gudang Bulog kini berkisar 140 ribu ton. Pasokan pakan tersebut bakal dilepas melalui mekanisme tender seharga Rp5.000 hingga Rp5.500 per kilogram.

"Untuk UMKM, agar tidak naik telur dan ayam, pakannya itu kunci. Maka juga akan dilelang jagung Bulog, stoknya ada 140 ribu ton, dengan harga Rp5.000 sampai Rp5.500," terangnya.

Melalui sederet ketetapan ini, Zulhas menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan kebutuhan pokok sekaligus menstabilkan banderol pangan agar tidak memicu beban baru bagi publik hingga pergantian tahun.

banner 336x280