Dorong Ekonomi 6 Persen pada 2027, Menperin Sarmuji Pacu Sektor Industri

Posted on
banner 336x280

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menargetkan sektor manufaktur domestik dapat bertindak sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia guna merealisasikan target 6 persen pada tahun 2027.

Sarmuji menegaskan peran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mesti berubah menjadi elemen pendorong percepatan demi kemajuan sektor riil di tanah air.

banner 468x60

Pernyataan tersebut dilontarkan Sarmuji seusai memimpin rapat koordinasi dengan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) bersama Direktorat Jenderal Industri Agro di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin (5/10).

Saat memberikan arahan, ia mengajukan pertanyaan esensial kepada seluruh jajaran terkait signifikansi serta fungsi kementerian yang dinakhodainya bagi perkembangan dunia usaha manufaktur nasional.

"Saya sampaikan ke teman-teman, ada satu pertanyaan mendasar ya. Ini mendasar sekali pertanyaannya. Andaikan Kemenperin itu enggak ada, industri-industri itu masih bisa berjalan apa enggak?" ujar Sarmuji.

"Kalau masih bisa berjalan, jadi logikanya harus dibalik. Karena kita sudah terlanjur ada Kemenperin dan mereka juga ada, maka keberadaan Kemenperin harus menjadi faktor akseleratif terhadap industri-industri di bawah naungan Kemenperin," tambahnya.

Sarmuji menegaskan tekadnya guna merealisasikan gebrakan strategis serta menorehkan warisan berharga selama memegang amanah memimpin Kemenperin.

Berdasarkan pandangan Sarmuji, akselerasi perekonomian Indonesia tidak mungkin berhasil diwujudkan tanpa sokongan laju ekspansi yang kuat dari sektor perindustrian.

"Jangan sampai keberadaan saya sebagai menteri itu ya biasa-biasa saja. Jadi kita harus meninggalkan legacy, harus membuat langkah-langkah besar di semua sektor supaya industri ini tumbuh makin cepat," tegasnya.

Ia pun memaparkan bahwa posisi industri manufaktur teramat vital lantaran membawa dampak berganda yang luas, terutama dalam membuka lapangan kerja secara masif.

Oleh sebab itu, Sarmuji menggarisbawahi perlunya memacu perkembangan industri secara optimal demi menopang pencapaian target laju ekonomi nasional.

"Karena hanya dengan industri yang tumbuh cepat, pertumbuhan ekonomi kita juga akan bisa terangkat seperti target Pak Presiden 6 persen. Kalau pertumbuhan industrinya enggak tinggi, akan sulit dicapai pertumbuhan ekonomi 6 persen," ungkap Sarmuji.

banner 336x280