Dongkrak Nilai Ekonomi, Bank Indonesia Dorong Penguatan Hak Cipta Tenun Khas NTT

Posted on
banner 336x280

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memacu penguatan proteksi hak cipta bagi karya serta motif tenun Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya ini dipandang sangat esensial guna memproteksi para perajin sekaligus mendongkrak valuasi ekonomi komoditas lokal tersebut.

Lewat pernyataan resmi di Jakarta, Minggu (4/10), Destry memaparkan bahwa proteksi hak kekayaan intelektual mampu menjamin warisan lokal tidak sekadar berstatus aset kebudayaan, melainkan pula menghadirkan faedah finansial yang jauh lebih besar bagi komunitas pembuatnya.

banner 468x60

Payung hukum tersebut, imbuhnya, juga berpeluang mendukung komoditas tenun menembus jangkauan pasar yang kian luas. Destry mengutarakan pandangan tersebut saat menghadiri Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 di Kupang, Sabtu (3/10), ajang pameran yang menyuguhkan aneka kain tenun, olahan kuliner, hingga sajian kopi.

Bagi Destry, pemajuan aneka produk unggulan wilayah merupakan pilar vital dalam mengakselerasi perekonomian NTT. Beragamnya kreasi daerah, dari lembaran tenun hingga komoditas kopi dan panganan lokal, menyimpan prospek ekonomi menjanjikan yang wajib dimaksimalkan secara menyeluruh.

Pada kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Reghi Perdana, menuturkan bahwa ekspansi volume produksi wajib diimbangi penguasaan keterampilan strategis oleh para pelaku usaha mikro.

Keahlian yang dimaksud mencakup kepekaan menangkap selera pasar, kecakapan mematuhi standardisasi mutu, dan keahlian merawat kemitraan berkesinambungan bersama para pelanggan ataupun relasi bisnis.

"Kita ingin UMKM tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mampu membaca kebutuhan pasar, menghasilkan produk yang berkualitas, dan terhubung dengan rantai pasok. Untuk itu, akses pasar harus menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM," ucap Reghi, dikutip dari Antara.

Dirinya menerangkan lebih jauh, keterbukaan akses menuju target konsumen, fasilitas pembiayaan, ceruk pasar luar negeri, serta jaringan pasok amat krusial supaya pembenahan mutu sanggup membuahkan transaksi nyata demi memacu eskalasi bisnis.

Penguatan sektor UMKM, tegas Reghi, mustahil bertumpu semata pada kapasitas pembuatan produk. Tiap barang juga dituntut mempunyai kanal distribusi penjualan terarah serta selaras preferensi konsumen.

Pihak Kementerian UMKM menaruh harapan sinergi antara otoritas pusat, pemda, BI, institusi perbankan, entitas industri, dan berbagai mitra terkait mampu mengangkat pamor produk UMKM NTT supaya lolos standar pasar.

Melalui langkah tersebut, produk-produk kebanggaan daerah diproyeksikan sukses menembus jejaring rantai pasok global sekaligus kompetitif di panggung perdagangan nusantara maupun dunia internasional.

banner 336x280