Transformasi Struktur Ekonomi Sulawesi Menguat Berkat Program Hilirisasi Nikel

Posted on
banner 336x280

Aktivitas hilirisasi mineral berhasil memicu pergeseran positif pada laju perekonomian di tingkat daerah.

Mohammad Faisal, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, mengungkapkan langkah hilirisasi komoditas nikel mulai mentransformasi tatanan ekonomi pada beberapa kawasan di Pulau Sulawesi. Hadirnya fasilitas pengolahan mineral mengubah orientasi wilayah yang mulanya sangat bergantung pada agrikultur serta tambang mentah menuju sektor manufaktur perindustrian modern.

banner 468x60

Dampak nyata transisi ini tampak kentara di Kabupaten Morowali serta Morowali Utara, Sulawesi Tengah, berkat melesatnya geliat industri pengolahan mineral selama sepuluh tahun ke belakang. Ekspansi sektor ini turut mengerek serapan modal investasi, memperluas kesempatan kerja lokal, dan menggerakkan aneka usaha pendukung di sekitar kawasan smelter.

“Jika dahulu kawasan Morowali ditopang sektor pertambangan dan pertanian, sekarang porsi industri telah menguasai lebih dari 75 persen struktur ekonominya,” papar Faisal saat dimintai keterangan pada Kamis (1/10/2026).

Ia menambahkan fenomena ini menjadi bukti nyata kontribusi hilirisasi bagi kemajuan wilayah penghasil tambang. Penguatan industri pemurnian berhasil memperpanjang rantai nilai mineral secara domestik, sembari memperkokoh peran manufaktur dalam membentuk Produk Domestik Regional Bruto.

Sementara itu, ekosistem pasokan industri kendaraan listrik nasional kian menyatu dari lini hulu sampai tahapan hilir. Faisal menilai sektor ekstraksi hulu telah memiliki taraf kematangan amat baik, sedangkan ranah pengolahan menengah serta lanjutan masih terus berproses menuju titik optimal.

“Sektor hulu atau upstream kita telah berada pada tahap high maturity, sedangkan midstream dan downstream sedang terus dipacu. Ke depannya sektor ini berpotensi melesat cepat serta memberi imbas yang kian substansial untuk ekonomi daerah,” terangnya.

Geliat pemrosesan mineral juga menjalar ke kawasan Sulawesi Selatan. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis capaian pertumbuhan ekonomi wilayah Sulsel menembus angka 5,59 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan, mengumpulkan nilai PDRB mencapai Rp206,70 triliun atas dasar harga berlaku.

Masuknya permodalan pada sektor smelter memperkokoh pilar industri di seantero Sulawesi. Sebagai pilar holding MIND ID, PT Vale Indonesia Tbk aktif mengeksekusi proyek strategis di Sorowako, Pomalaa, dan Morowali demi memperluas jaringan produksi nikel terintegrasi.

Inisiatif ini mengandalkan pabrik berteknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) guna memproduksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku esensial rantai pasok baterai global. Skema teknologi HPAL ini terintegrasi langsung dengan pengembangan proyek Sorowako Limonite, Pomalaa, serta Bahodopi.

Faisal mengingatkan bahwa keberhasilan hilirisasi di masa depan tidak sekadar diukur dari peningkatan volume hasil pabrik. Keberlanjutan transformasi menuntut sinergi manufaktur dengan roda bisnis lokal, peningkatan mutu tenaga kerja setempat, partisipasi UMKM, dan kepedulian ketat terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui lonjakan kapabilitas fasilitas pengolahan serta penguatan mata rantai mineral, Pulau Sulawesi kini menempati peran sentral dalam peta hilirisasi berbasis kekayaan alam. Penataan ulang struktur ekonomi di berbagai daerah menandakan hilirisasi sanggup memperlebar tumpuan pertumbuhan wilayah dan melahirkan diversifikasi aktivitas di luar sektor ekstraktif primer.

Hilirisasi Nikel Dorong Perubahan Struktur Ekonomi Sulawesi

Pertamina Patra Niaga Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih melalui Penyaluran LPG

Jetour T2 i-DM Bawa Teknologi PHEV untuk Mobilitas Kota hingga Perjalanan Jauh di GIIAS Semarang

DKI Siapkan Pembiayaan Lewat Obligasi, Dana Cadangan Diusulkan

Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi hingga Akomodasi

banner 336x280