Ancam Embargo Diesel, Donald Trump Beri Peringatan Keras ke Jerman dan Prancis

Posted on
banner 336x280

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melayangkan peringatan tegas kepada Prancis dan Jerman agar segera mengeluarkan cadangan diesel darurat demi menstabilkan lonjakan harga energi global. Berdasarkan informasi dari tiga narasumber yang memahami isu ini, benua Eropa kini dibayangi sanksi larangan ekspor bahan bakar diesel dari AS bila menolak memenuhi tuntutan tersebut.

Mengutip laporan Reuters pada Kamis (1/10/2026), peringatan tersebut menunjukkan babak baru eskalasi diplomatik tatkala Trump berniat menghentikan laju ekspor diesel nasional guna menekan pengeluaran energi warga AS sebelum pemilihan paruh waktu November nanti.

banner 468x60

Gedung Putih dikabarkan berang terhadap Paris dan Berlin karena dianggap mengingkari kesepakatan terdahulu soal distribusi stok penyangga minyak darurat beserta aneka produk olahannya.

"Bekerja sama dengan Amerika Serikat merupakan keputusan terbaik untuk Eropa, sementara kami terus berupaya memperluas ketersediaan produk olahan dan meringankan beban finansial konsumen," beber seorang pejabat dari pihak AS.

Narasumber lain di salah satu ibu kota Eropa membocorkan bahwa Washington menuntut Uni Eropa mengalirkan cadangan sebanyak 120 juta barel diesel selama kurun waktu enam bulan mendatang. Memperkuat tekanan itu, Chris Wright selaku Menteri Energi AS pada Rabu menyebut pihaknya tengah menantikan kepastian resmi dari blok Eropa terkait pasokan produk diesel anyar.

"Pengiriman diesel dari kawasan Timur Tengah sempat terhambat meskipun kini terus diperbaiki, ditambah lagi kita telah kehilangan pasokan solar dari China," papar sang menteri.

"Kondisi tersebut jelas menimbulkan disrupsi yang luar biasa," tutup Wright.

Sampai sekarang kementerian ekonomi di Jerman belum merespons pertanyaan media, sedangkan kementerian energi di Prancis memilih bungkam. Namun demikian, perwakilan Istana Elysee membantah kabar bahwa Presiden Emmanuel Macron dan Trump telah memperbincangkan perkara krusial ini sewaktu keduanya bertatap muka di sela agenda Sidang Majelis Umum PBB, New York, pekan silam.

Kendati demikian, pihak istana menerangkan bahwa Macron dijadwalkan mengadakan pertemuan virtual bersama para pemimpin blok G7 untuk merumuskan solusi atas mahalnya bahan bakar serta kelangkaan produk olahan dunia. Diskusi tingkat tinggi tersebut difokuskan pada rencana pelepasan cadangan strategis bersama Badan Energi Internasional (IEA).

Kondisi pelik ini menempatkan Eropa pada posisi rapuh, pasalnya kawasan tersebut kian menggantungkan pasokan energi pada AS setelah melarang produk minyak Rusia buntut perang Ukraina. Kerentanan energi Eropa kian diperparah oleh pecahnya konfrontasi bersenjata AS dan Israel melawan Iran yang mengacaukan jalur distribusi dari Timur Tengah.

banner 336x280