Proyek pendirian Sekolah Terintegrasi Merah Putih di wilayah Rempang, Batam, Kepulauan Riau, akhirnya mulai digulirkan. Langkah ini menyalakan secercah asa baru bagi putra-putri kalangan keluarga kurang mampu di area hinterland agar bisa mengecap fasilitas pendidikan yang berkualitas.
Awal pengerjaan proyek ditandai lewat prosesi peletakan batu pertama serta pemancangan tiang awal oleh Amsakar Achmad selaku Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam. Dalam agenda tersebut, ia didampingi Wakil Kepala BP Batam/Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra beserta Eddy Hussy selaku Ketua Yayasan Merah Putih pada Kamis (24/9).
Sarana edukasi ini nantinya berdiri di atas lahan seluas 18,5 hektare. Kompleks pendidikan tersebut disiapkan untuk mengakomodasi jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) memakai konsep asrama terpadu atau boarding school.
Proses konstruksi fisik ditargetkan tuntas menjelang akhir 2028. Pembangunan yang digarap Yayasan Sekolah Merah Putih ini menjadi bentuk komitmen nyata aparatur pemerintah dalam menghadirkan sarana belajar unggulan bagi calon generasi emas bangsa, utamanya anak-anak di pulau Rempang dan Galang.
"Kita tidak boleh terlambat mendesain pendidikan untuk anak bangsa. Sekolah ini akan menjadi sejarah, mencetak anak-anak hinterland yang akan tampil mewarnai perjalanan pembangunan Batam ke depan," tutur Amsakar melalui pernyataan resminya yang dikutip pada Minggu (27/9/2026).
Ia menambahkan, pendirian sarana ini merupakan wujud persiapan menyeluruh bagi kaum muda daerah agar mampu memberikan sumbangsih nyata dalam agenda pembangunan Kota Batam dan Indonesia di masa depan.
Pada kesempatan serupa, Li Claudia Chandra mengungkapkan bahwa kompleks Sekolah Terintegrasi Merah Putih akan diperkuat beragam sarana serta infrastruktur berstandar global.
Lembaga ini dirancang memuat sarana istimewa mencakup Gedung Olah Raga dan Serbaguna, Masjid, Gedung Peribadatan, Ruang Ibadah, Asrama Murid dan Guru, Perpustakaan Pusat, Kantin, Kolam Renang Olimpik, Lapangan Bola, Basket dan Voli, Kantor Yayasan dan Ruang Pertemuan, Parkir Tamu dan Bis yang luas, serta area Kolam resapan/Danau.
Seluruh sarana penunjang disiapkan guna melancarkan agenda pembelajaran sekaligus merangsang proses tumbuh kembang para peserta didik secara maksimal.
"Indonesia Emas harus diisi oleh anak-anak kita dari Rempang, Galang Buluh, dan hinterland lainnya dengan pendidikan yang andal dan bermutu. Sekolah ini menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan dan diharapkan mendukung kemajuan kawasan Rempang dan Kota Batam," jelas Li Claudia.
Dirinya menggarisbawahi bahwa proyek sarana belajar terpadu ini tidak semata memprioritaskan pemenuhan fasilitas fisik semata, melainkan juga berfokus mencetak tunas bangsa yang berkarakter tangguh serta berdaya saing tinggi.
Eddy Hussy turut menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dorongan kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra yang giat mengajak para pelaku usaha agar berpartisipasi langsung dalam merealisasikan kawasan pendidikan tersebut.
"Harapan kami, sekolah ini menjadi upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh. Semoga inisiatif mulia ini mendapat dukungan dari semua pihak hingga selesai dan membawa manfaat besar bagi Batam ke depan," papar Eddy.
Sejalan dengan pandangan itu, Robinson Tan selaku Ketua Tim Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih menilai prakarsa ini bakal menjadi torehan sejarah bernilai luhur bagi generasi penerus bangsa, khususnya memperluas hak mengenyam pendidikan bermutu untuk keluarga prasejahtera di kawasan Rempang, Galang, dan pulau-pulau sekitarnya.
"Ini merupakan satu catatan sejarah buat Kota Batam. Ini adalah sebuah amanah mulia bagi kami, untuk masa depan banyak anak-anak daerah yang akan mengisi pembangunan daerah ini ke depan," terang Robinson Tan.
Melalui langkah awal pemancangan konstruksi tersebut, Sekolah Terintegrasi Merah Putih diharapkan tumbuh sebagai sentra peradaban ilmu yang mencetak profil unggul, berdaya saing global, dan siap menyongsong terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.







