Konflik dengan Presiden Samia, Wapres Tanzania Emmanuel Nchimbi Resmi Mundur

Posted on
banner 336x280

Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Presiden Tanzania, Emmanuel Nchimbi, secara mengejutkan memutuskan mundur dari posisinya pada Agustus 2026. Peristiwa tersebut menorehkan sejarah perdana di Tanzania, menandai pengunduran diri pertama seorang wakil presiden sepanjang sejarah berdirinya negara di kawasan Afrika Timur itu.

Mengutip laporan dari BBC International, langkah mengejutkan ini muncul di tengah mencuatnya isu perseteruan politik antara Emmanuel dan Presiden Samia Suluhu Hassan selama beberapa pekan terakhir.

banner 468x60

Lewat sepucuk surat singkat yang diunggah pada akun Instagram pribadinya, pejabat berumur 54 tahun tersebut menegaskan keputusannya meletakkan jabatan demi menghargai kemauan presiden. Informasi mengenai pengunduran diri ini pun telah dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak istana kepresidenan beserta sumber internal kantornya.

Emmanuel mengumumkan dirinya bakal undur diri sepenuhnya dari panggung politik publik pada akhir pekan mendatang. Kepergian ini terjadi berselang kurang dari sepuluh bulan semenjak dirinya resmi dilantik guna mendampingi kepemimpinan Presiden Samia.

Sebelum dinamika politik ini terjadi, kedua tokoh tersebut merupakan pasangan terpilih yang mengamankan kemenangan pada pemilihan presiden Oktober tahun lalu. Keduanya resmi dikukuhkan pada bulan November usai menguasai 98 persen total suara pemilih. Kendati demikian, ajang pemilu itu didera sengketa tajam hingga memicu aksi unjuk rasa berdarah yang menelan sedikitnya 500 korban jiwa berdasarkan investigasi resmi pihak berwenang.

Pihak oposisi politik beserta lembaga pegiat hak asasi manusia bahkan melayangkan tuduhan kepada aparat keamanan terkait tindakan represif dan keras saat meredam aksi demonstrasi penentang pemerintah seusai pemungutan suara.

Mengenai langkahnya untuk turun takhta, Emmanuel mengingatkan kembali komitmen pribadi yang pernah ia ucapkan langsung kepada Samia. Dirinya berjanji akan senantiasa bersedia melepaskan mandat jika sang presiden memang membutuhkan figur pendamping yang anyar.

"Saya telah menjadi yakin, tanpa keraguan, bahwa presiden menginginkan perubahan, dan oleh karena itu saya telah memutuskan untuk memenuhi janji saya," ungkap-nya.

Selain itu, ia juga melayangkan apresiasi kepada presiden serta partai berkuasa Chama Cha Mapinduzi (CCM) atas kepercayaan yang sempat diberikan, termasuk ucapan terima kasih bagi seluruh masyarakat Tanzania. Ia memastikan proses berhentinya telah selaras dengan konstitusi negara serta berkomitmen tetap menjadi warga negara Tanzania yang loyal.

Keretakan relasi bersama Samia diyakini berakar dari beberapa pernyataan berani yang disuarakan Emmanuel dalam rentang beberapa pekan terakhir. Pada bulan sebelumnya, ia terang-terangan menyerukan rakyat Tanzania agar memperjuangkan lahirnya undang-undang dasar anyar, dengan dalih kesempatan terbuka sebelum 2030.

Dirinya memandang pembaruan konstitusi tersebut sebagai fondasi vital dalam memberantas ketidakadilan hukum, menopang penegakan hak asasi manusia, menjamin tata kelola pemerintahan bermartabat, serta menjaga demokrasi bangsa.

Emmanuel sendiri bukan figur baru dalam konstelasi politik Tanzania. Rekam jejaknya mencakup posisi prestisius sebagai Sekretaris Jenderal partai CCM serta sejumlah kementerian kunci, seperti Menteri Informasi dan Menteri Dalam Negeri, sebelum dipercaya sebagai Duta Besar Tanzania untuk Brasil serta Mesir.

banner 336x280