MRT Jakarta Ajak Investor Singapura Garap Proyek TOD Blok M hingga Kota

Posted on
banner 336x280

PT MRT Jakarta secara resmi menawarkan deretan proyek pembangunan area terpadu transportasi atau transit-oriented development (TOD) kepada para pemodal dari Singapura. Inisiatif tersebut sengaja ditempuh guna memperbesar potensi permodalan internasional pada kawasan TOD di ibu kota Jakarta.

Division Head Property Management Division PT MRT Jakarta, Muchamad Iqbal Bimo Arifianto, menjelaskan pihaknya tidak menetapkan target angka pendanaan tertentu. Walakin, manajemen MRT menyodorkan portofolio aset potensial yang siap digarap lewat skema kolaborasi bersama mitra penanam modal.

banner 468x60

“Kita sudah menawarkan opsi-opsi aset. Opsi-opsi aset tadi dari Blok M, lalu ada di Kota, ada Lebak Bulus juga, ada titik-titik tapi paling banyak di Kota,” kata Bimo dalam agenda MRTJ Fellowship Program di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Bimo merinci bahwa satu titik aset sangat terbuka dimodali oleh beberapa pihak sekaligus, sehingga peluang pendanaan tidak eksklusif dimiliki satu entitas bisnis semata.

“Jadi kita tawarkan bukan target nominal, tapi juga target aset. Tapi tidak satu aset itu bisa menjadi beberapa investasi, tidak hanya dari satu perusahaan saja,” ujarnya.

Bimo menyampaikan penanam modal domestik sejatinya tetap menjadi fokus utama korporasi. Kendati demikian, PT MRT Jakarta kini memberikan pintu lebar kepada investor lintas negara, mencakup Singapura serta kawasan Asia Tenggara lainnya.

“Kita akan tetap membuka peluang-peluang dari investor-investor, terutama saat ini dilakukan di Singapura gitu ya, di Asia Tenggara, dan bahkan kita mungkin bisa lebih luas ke mancanegara,” jelas Bimo.

Salah satu agenda utama yang dipromosikan adalah penataan distrik Blok M. Masuknya pemodal luar negeri dinilai vital tidak cuma demi injeksi finansial, melainkan juga alih pengetahuan teknis pembangunan kawasan TOD modern.

“Ini karena investor-investor bukan hanya membawa (bantuan dana) pembangunan bagi Jakarta, tapi juga membawa ilmu, bagaimana mereka develop (proyek TOD) di sana seperti apa,” kata Bimo.

Adopsi Pola Penataan Kawasan Mancanegara

Bimo menambahkan, rekam jejak sukses proyek perkotaan di luar negeri merupakan tolok ukur bernilai bagi rancang bangun TOD di Jakarta ke depan.

“Kita dapat pengembangan uang dan kota, tapi juga mendapatkan ilmu secara tidak langsung,” ujarnya.

Sebagai informasi, gelaran TOD Investment Forum 2026 bertajuk From Singapore to Jakarta: Capitalizing on Urban Density and Connectivity terselenggara atas kerja sama PT MRT Jakarta, KBRI di Singapura, Surbana Jurong Group, serta IIPC Singapore.

Ajang tersebut menjadi wadah bertemunya para investor, korporasi pengembang, institusi perbankan, perwakilan birokrasi, dan mitra strategis dalam membicarakan sinergi TOD kelolaan MRT Jakarta dan BUMD DKI Jakarta.

Dalam kesempatan itu, MRT Jakarta memaparkan deretan rencana besar: Kali Besar Heritage, Ultimate Development Blok M, Blok M Interchange, XGL Mixed-Use, serta Lebak Bulus Interchange Bus Terminal, Park and Ride, and Mixed Use.

Simak terus kabar terkini dan tepercaya melalui Liputan6.

MRT Thamrin-Kwitang Segera Dibangun, Panjang Lintasan 1,76 Km

MRT Ungkap Peran Komunitas di Balik Blok M yang Tetap Hidup dan Dinamis

MRT Siapkan Wajah Baru Kota Tua

Ada Ruang Bawah Tanah Baru di MRT Bundaran HI, Ini Target Rampungnya

Mengapa Pedestrian Deck Dukuh Atas Dibuat Melingkar? Ini Penjelasan MRT

Pedestrian Deck Dukuh Atas, Upaya MRT Jakarta Satukan Enam Transportasi

MRT Jakarta Pastikan Pedestrian Deck Dukuh Atas Dirancang Ramah Disabilitas

MRT Jakarta: Pedestrian Deck Dukuh Atas Bikin Akses Antarmoda Ringkas

MRT Jakarta dan KAI Rancang Jalur Penghubung Stasiun Monas ke Gambir

banner 336x280