Presiden Prabowo Dorong Pencegahan Karhutla Berbasis Desa, Ini Pertimbangannya

Posted on
banner 336x280

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendatang yang diarahkan bertumpu pada kawasan pedesaan.

Arif menerangkan bahwa Prabowo memercayai warga desa mempunyai ikatan emosional kuat terhadap kelestarian alam dan kawasan hutan di sekeliling permukiman mereka.

banner 468x60

"Pak Presiden juga menegaskan bahwa pendekatan pencegahan ke depan itu berbasis pada pencegahan presisi berbasis desa. Jadi pencegahan presisi berbasis desa itu menunjukkan bahwa Pak Presiden percaya bahwa masyarakat desa memiliki sense of belonging yang sangat tinggi terhadap sumber daya yang ada di sekitarnya," ucap Arif selepas pertemuan bersama Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Tidak hanya itu, penduduk pedesaan dipandang cakap mengantisipasi karhutla lewat wadah Masyarakat Peduli Api (MPA). Menurut Arif, kelompok MPA bakal diperbaharui serta dikokohkan agar menjadi pilar utama dalam menghalau insiden karhutla.

"MPA inilah yang akan diberdayakan, akan diperkuat. Masyarakat Peduli Api adalah kelompok masyarakat yang memang selama ini dianggap efektif. Oleh karena itu perlu diberdayakan, perlu direvitalisasi, namun yang menjadi kata kunci adalah desa menjadi tumpuan bagi pencegahan kebakaran hutan ke depan," paparnya.

Pada kesempatan serupa, Arif menyatakan persetujuannya terhadap perintisan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional demi meminimalkan potensi kebakaran hutan di masa mendatang.

Pihak BRIN, tuturnya, hendak mengembangkan kecerdasan buatan (AI) yang sanggup mendeteksi kemungkinan karhutla sedini mungkin secara terencana.

Bukan cuma itu, instrumen teknologi terapan beserta pendekatan ekonomi dirancang demi menangani kebakaran lahan, seperti pemanfaatan injeksi air, pengadaan pompa desa, hingga material pengganti.

"Namun ada juga dibicarakan tentang solusi ekonomi. Jadi solusi ekonomi berkaitan dengan karena 41 juta masyarakat hidup di sekitar kawasan hidrologi gambut, sehingga kita juga perlu memikirkan mata pencaharian jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang," pungkas Arif.

banner 336x280