Konflik Kembali Membara, Drone Militer Pakistan Gempur Kota Basis Taliban di Kandahar

Posted on
banner 336x280

Operasi militer Pakistan lewat serangan udara dilaporkan menyasar area Kandahar di bagian selatan Afghanistan pada Rabu. Wilayah strategis ini diketahui menjadi kediaman utama dari pucuk pimpinan tertinggi rezim Taliban.

Salah satu warga lokal Kandahar menuturkan kepada AFP pada Kamis (24/9/2026), gemuruh pesawat jet terdengar jelas ketika fajar merekah, disusul dentuman dahsyat dan kobaran api yang melalap area pusat kota.

banner 468x60

Selang beberapa waktu kemudian, Attaullah Tarar selaku Menteri Informasi Pakistan membenarkan pengerahan jet tempur dan pesawat tanpa awak. Dirinya melemparkan tuduhan bahwa negara tetangga tersebut sengaja memberi ruang aman bagi kelompok teror.

"Pakistan melakukan serangan udara dan pesawat tak berawak yang presisi terhadap 10 lokasi di Afghanistan," tulisnya dalam pernyataan resmi di akun media sosial X.

"Serangan tersebut disengaja, tepat sasaran, terkalibrasi, dan proporsional, serta sangat terbatas pada sasaran militer yang teridentifikasi secara langsung terkait dengan percobaan serangan terhadap Pakistan," imbuh Tarar menegaskan.

Aksi ofensif teranyar tersebut dilancarkan berselang beberapa hari usai bombardir mematikan yang dilakukan militer Pakistan di sepanjang tapal batas kedua negara.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekurangnya tiga penduduk sipil tewas di Afghanistan timur pada awal pekan ini, sementara kubu Pakistan mengklaim menumbangkan 28 orang militan. Kendati baku hantam di perbatasan kerap berkobar, serangan udara ke jantung kota Afghanistan tergolong peristiwa yang sangat langka.

Wilayah Kandahar bersama Kabul sendiri pernah dihujani bom saat kedua belah pihak terlibat bentrokan hebat pada pengujung Februari silam. Misi PBB di Afghanistan (UNAMA) mencatat insiden kekerasan selama berminggu-minggu itu menelan korban jiwa ratusan warga sipil Afghanistan.

Walaupun kesepakatan gencatan senjata sempat tercapai pada bulan Maret, berbagai upaya diplomasi negara sahabat tetap gagal menciptakan stabilitas jangka panjang bagi dua negara bertetangga itu.

Ketegangan sektor keamanan tetap menjadi persoalan mendasar, utamanya desakan kuat Islamabad agar penguasa Kabul menindak kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Pemerintah Pakistan menuding rezim Taliban menaungi para milisi yang bertanggung jawab atas maraknya teror mematikan, terkhusus aksi gerilya TTP selama bertahun-tahun.

"Selama bertahun-tahun, Pakistan telah berulang kali menyampaikan kekhawatiran seriusnya kepada rezim Taliban Afghanistan dan lawan bicaranya mengenai terus beradanya tempat perlindungan teroris dan jaringan dukungan mereka di tanah Afghanistan," tutur Tarar.

"Alih-alih membongkar jaringan ini dan mengambil tindakan yang kredibel dan dapat diverifikasi terhadap mereka yang menggunakan wilayah Afghanistan untuk melakukan terorisme terhadap Pakistan, rezim Taliban Afghanistan telah memilih untuk meningkatkan situasi melalui operasi pesawat tak berawak yang bermusuhan terhadap Pakistan."

Sebaliknya, petinggi pemerintah Afghanistan menyangkal keras pernyataan itu. Kabul justru berdalih bahwa pihak Pakistan yang memelihara faksi-faksi pemberontak sekaligus kerap mengabaikan kedaulatan teritorial Afghanistan.

Rentetan serangan Pakistan di perbatasan pekan ini merupakan balasan langsung atas penyerangan markas kepolisian di Pakistan utara pada hari Jumat yang menggugurkan 31 orang, aksi yang diklaim kelompok terafiliasi erat dengan TTP.

banner 336x280