Aksi pencurian menimpa kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok. Kawanan maling berhasil membawa kabur sejumlah gawai operasional kantor, termasuk telepon seluler dan komputer jinjing, yang kini kasusnya tengah diselidiki aparat Polres Metro Depok.
Endang Ahmad Yani selaku Ketua Baznas Kota Depok menjelaskan bahwa seluruh gerak-gerik pelaku tertangkap jelas oleh kamera pengintai (CCTV).
Berdasarkan rekaman video pengawas, tampak seorang lelaki berpakaian kaus corak merah-hitam memanjat pagar gedung Baznas pada Rabu malam sekitar jam 22.05 WIB.
"Dia naik ke gerbang, kemudian langsung masuk ke kantor, tapi dia sembunyi di pojok parkiran dekat gudang. Dari jam 22.05 dia nongkrong di situ, baru membongkar pintu depan sekitar jam 04.33 WIB," papar Endang pada hari Kamis (24/9/2026).
Hal yang menyita perhatian, maling tersebut terlihat sempat beberapa kali menukar setelan busana di sekitar pekarangan kantor sebelum menjebol pintu utama demi menjarah barang bernilai di ruangan kerja.
"Menariknya, ketika dia masuk pakai baju hitam merah, kemudian di samping gudang itu ganti pakaian jadi kemeja putih. Kemudian ketika mendobrak pintu masuk, bajunya sudah ganti lagi jadi kaos yang dipakai untuk loncat tadi," beber Endang.
Dalam insiden kejahatan ini, pelaku melarikan total tiga unit laptop, tiga unit telepon pintar, serta satu buah harddisk eksternal. Kerugian materi ditaksir menyentuh angka Rp30 juta sampai Rp60 juta. Namun Endang menegaskan kerugian paling fatal ialah lenyapnya berbagai berkas krusial terkait program kerja serta pelayanan Baznas.
Kasus Ditangani Kepolisian
Pihak manajemen Baznas Kota Depok telah melaporkan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum setempat. Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, mengonfirmasi terjadinya peristiwa pembobolan ini dan menyatakan perkaranya telah ditindaklanjuti secara resmi oleh jajaran kepolisian.
"Iya, sedang dalam penyelidikan Polres Metro Depok," sebut Hendra.
Berdasarkan jalannya olah TKP oleh personel Polsek Beji serta unit Inafis, terpantau adanya kerusakan nyata pada pengait kunci pintu depan kantor yang dirusak secara paksa. Pihak kepolisian juga sudah menghimpun jejak sidik jari, menganalisis rekaman CCTV, dan memeriksa beberapa saksi kunci demi mengungkap jati diri pelaku kejahatan tersebut.
Ikuti laporan berita terbaru dan akurat di Berita Liputan6







