Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan pemicu terjadinya antrean panjang kendaraan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Sulawesi Selatan (Sulsel), termasuk di Kota Makassar.
Bahlil menyampaikan persoalan antrean yang mengular itu dipicu oleh kombinasi banyak faktor di lapangan.
"Kemudian yang terjadi di Sulawesi Selatan kemarin, itu memang terjadi antrean panjang karena banyak faktor," ungkap Bahlil saat dijumpai di kawasan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (16/9).
Kondisi ketersediaan stok BBM sesungguhnya sangat mencukupi. Sekarang ini, persediaan bahan bakar secara nasional berada di tingkat yang aman serta mampu memenuhi keperluan masyarakat untuk jangka waktu 18 hingga 20 hari mendatang.
Meski begitu, Bahlil menegaskan ada keterlibatan oknum tertentu yang memiliki niat lain hingga menyebabkan deretan kendaraan di SPBU membentang panjang sampai beberapa kilometer.
"Salah satu di antaranya adalah ada memang pihak-pihak antre di pompa bensin hanya untuk, ya ada maksud lain lah kira-kira begitu, dan alat buktinya kan sudah banyak ya," kata Bahlil.
Pada lokasi yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menerangkan lebih rinci tentang "maksud tertentu" yang diutarakan Menteri Bahlil.
Sejumlah kalangan tersebut disinyalir sengaja memodifikasi ukuran tangki kendaraan mereka jadi lebih besar agar sanggup menampung BBM bersubsidi dalam jumlah melampaui aturan normal.
"Ya dia ngisi, tapi tangkinya diperbesar. Contohnya tangkinya ditambah yang harusnya kapasitasnya X, ditambah X plus 50 persen. X plus 75 persen," terang Laode.
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan kepadatan barisan kendaraan pada beberapa SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mulai berangsur tertangani berkat pengoperasian 25 SPBU sepanjang 24 jam penuh.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyebutkan penumpukan di SPBU Makassar berangsur mereda sejalan berjalannya proses optimalisasi suplai dan distribusi BBM.
"Kami terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat pasokan dan pelayanan, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat," jelas Kitty melalui siaran tertulis, Minggu (13/9).
Kitty menerangkan operasional 25 SPBU selama 24 jam nonstop di Makassar difungsikan demi memperluas jangkauan layanan BBM warga. Di samping hal tersebut, armada truk tangki ikut beroperasi 24 jam guna memperkokoh ketersediaan stok.
Pertamina bekerja sama dengan Pemprov Sulsel juga menerapkan skema ganjil-genap bagi kendaraan yang mengisi BBM di sejumlah SPBU. Aturan ini diterapkan demi membantu mempercepat penguraian kepadatan antrean mobil dan motor.
Mengenai aspek operasional pelayanan, Pertamina memperbanyak sarana nozzle BBM subsidi sekaligus menambah jumlah petugas operator di sejumlah SPBU. Perseroan turut memperluas jangkauan distribusi melalui penyediaan tiga unit SPBU Modular tambahan.
Kitty menegaskan seluruh upaya terpadu ini diaplikasikan demi menjaga penyaluran logistik serta keandalan layanan bahan bakar tetap berlangsung secara maksimal.








