Partai Demokrat menggulirkan gagasan terkait ambang batas pengusungan pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni dengan sokongan paling sedikit dua hingga paling banyak tiga fraksi di DPR RI.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengungkapkan usulan jumlah tersebut sejauh ini berstatus wacana yang hendak dikaji mendalam pada agenda revisi UU Pemilu.
Herman berpandangan patokan sekurang-kurangnya dua fraksi menjadi jalan tengah permulaan antarfraksi parlemen seusai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meniadakan presidential threshold menjadi 0 persen.
“Kalau 0 persen kan terlalu banyak, tentu harus ada batasan. Nah kalau dibatasin dua fraksi, minimalnya paling tidak ada tiga kandidat atau empat kandidat yang lebih mengerucut,” kata Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Herman menuturkan jajaran Demokrat sama sekali belum mematok batasan angka ini sebagai ketetapan permanen. Proses pembahasan nantinya tetap meminta pertimbangan lembaga DPR, para pakar, praktisi, serta pengamat kepemiluan.
“Ini adalah kompromi hari ini. Ke depan kan bisa saja ada perdebatan, ada masukan, ada pandangan, pendapat,” ujarnya.
Rencana Pembatasan Koalisi Fraksi
Di samping mematok ambang bawah, Herman menyatakan terdapat pula aspirasi perihal pembatasan batas atas dukungan fraksi. Langkah mematok batas maksimal dinilai strategis guna menjaga iklim kompetisi agar tetap dinamis.
“Kalaupun maksimal dibatasi ya ini untuk membuka ruang supaya kemudian tidak numpuk menjadi calon yang lebih sempit,” katanya.
Herman memaparkan apabila formulasi minimal dua serta maksimal tiga fraksi disetujui, kontestan pilpres tidak membludak terlalu banyak, namun hak kandidasi politik tidak terpasung.
“Kalau sekarang wacana yang berkembang kemudian dibatasi dua fraksi minimal dan maksimal tiga fraksi itu saya kira ini sebuah konsep yang dianggap ideal,” ujarnya.
Kendati demikian, Herman memastikan sikap bulat tetap berpijak pada permusyawaratan revisi UU Pemilu di gedung dewan.
“Kalau kemudian nanti disepakati itu, ya Demokrat ikut,” katanya.
Simak informasi teraktual dan tepercaya lewat kanal Berita Liputan6.






