Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BOLA HOKI / Tim Nasional Filipina Kisruh Jelang Piala AFF

Tim Nasional Filipina Kisruh Jelang Piala AFF

Bola Hoki

Bola Hoki – Dooley menegaskan, sikap Schrock membuat ia lebih suka memakai pemain asli Filipina dibandingkan keturunan.

Perpecahan melanda tim nasional Filipina jelang bergulirnya Piala AFF 2014 pada November nanti. Perpecahan ini melibatkan pemain keturunan dan pelatih Thomas Dooley.

Sebelumnya, dua pemain keturunan, Stephan Schrock dan Dennis Cagara menegaskan, mereka tidak akan memperkuat Filipina selama masih di bawah asuhan Dooley. Mereka merasa kecewa dengan keputusan Dooley saat The Azkals tampil di AFC Challenge Cup melawan Palestina.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Dooley menegaskan, sikap yang diperlihatkan pemain berdarah Jerman dan Denmark itu tidak bisa diterima, dan menganggap mereka tak profesional, serta hanya memikirkan diri sendiri. Dooley menilai sikap Shrock dan Cagara bakal menjadi racun di dalam tubuh tim.

“Dia pergi keliling dunia, dan menghajar kami di sini layaknya sebuah peternakan. Dia tidak akan pernah bermain di tim saya lagi, karena saya tidak suka ‘pemain asing’. Saya tak ingin para pemain itu bermain di tim ini,” tegas Dooley dilansir GMA News.

“Semua yang dia sebutkan tidak benar. Jika tidak merasa puas dengan susunan pemain, mereka seharusnya bicara dengan saya dibandingkan melalui media sosial.”

“Kondisi seperti ini bisa menjadi racun bagi tim. Organisasi dan tim ini pantas diperlakukan secara profesional.”

Dooley juga menampik anggapan lebih suka menurunkan pemain yang bermain di dalam negeri dibandingkan di luar Filipina. Dooley beralasan, pemain muda pantas mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri.

“Tidak ada jaminan hanya karena sang pemain bermain di luar negeri bisa memperkuat tim nasional. Ini bukan semata apa yang sudah Anda lakukan lima tahun lalu, melainkan apa yang Anda lakukan sekarang,” ujar Dooley.

Kebijakan Dooley ini mendapat dukungan penuh dari federasi sepakbola Filipina (PFF). Presiden Filipina Mariano Araneta menyatakan, membela timnas merupakan panggilan hati, dan bukan berdasar kontrak.

“Kami berada di belakang coach Tom Dooley dan [manajer tim] Dan Palami atas kebijakan mereka,” tegas Araneta.

Comments are disabled
Rate this article