Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA DUNIA / Surat menyentuh seorang anak Saudi pada ayahnya sudah meninggal

Surat menyentuh seorang anak Saudi pada ayahnya sudah meninggal

BERITA DUNIA

BeritaHoki.com - Seorang anak kecil di Arab Saudi tahu bagaimana cara menghormati dan mengenang ayahnya yang sudah meninggal. Dia tidak melupakan jasa-jasa ayahnya dengan mengunjungi makam ayahnya itu saat hari pertama perayaan Idul Fitri serta membacakan ayat-ayat Alquran di kuburan ayahnya.

Hal ini memang biasa dilakukan kaum muslim pada umumnya. Tapi anak itu melangkah lebih jauh dengan meninggalkan sebuah surat untuk ayahnya, meskipun dia tahu surat itu tidak bisa dibaca oleh orang sudah meninggal, seperti dilansir situs Emirates247, Rabu (30/7).

Surat kabar Saudi berbahasa Arab, Ajel, menerbitkan surat itu, yang digambarkan “sangat menyentuh, sedih dan emosional”. Tapi koran itu tidak menyebutkan nama anak tersebut atau menentukan usianya.

Berikut ini adalah kutipan dari surat yang ditempatkan oleh anak itu di makam ayahnya yang telah meninggal baru-baru ini di Kota Sakakah, terletak di sebelah barat laut Saudi.

“Ayah… saya tahu ayah tidak akan membaca surat ini, tetapi saya ingin menyampaikan perasaan saya kepada ayah… hari ini adalah hari pertama Idul Fitri dan saya ingin memberitahu ayah apa saja yang telah saya lakukan… karena ayah telah mengajari saya, saya melakukan salat subuh dengan orang lain di masjid, kemudian kembali ke rumah, mencium kepala ibu dan mengucapkan selamat Idul Fitri kepadanya…”

“Saya kemudian mandi, mengenakan pakaian baru yang dibeli oleh paman, saya lalu sarapan, memakai parfum dan pergi ke rumah kakek untuk mencium mereka dan mengucapkan selamat Idul Fitri pada mereka… saya kembali ke rumah dan menghabiskan beberapa waktu dengan saudara-saudara…”

“Saya pergi keluar dan menyambut orang-orang dengan ucapan selamat Idul Fitri… semuanya sangat baik kepada saya dan beberapa dari mereka memberi saya uang atau mainan untuk Idul Fitri… saya senang dengan mainan ini dan bermain sebelum kembali ke rumah karena cuaca panas di luar…”

“Ketika saya datang, saya mendengar adik masih berusia tujuh bulan menangis… Saya bergegas ke dalam dan menemukan ibu saya mencoba untuk menenangkannya… ayahku, saya tahu betapa ayah sangat mencintai adik dan bagaimana sedihnya ayah ketika adik menangis… saya bertanya pada ibu dan dia mengatakan kepada saya bahwa adik tidak bisa tidur karena cuaca sangat panas setelah listrik mati…”

“Oh ayahku, itu adalah hari yang sangat indah sampai listrik mati dan memanjakan saat-saat bahagia dari setiap orang di lingkungan kami… jujur ayah, saya tidak tahu para pejabat listrik di negara ini akan memberi kita hadiah Lebaran yang buruk kali ini… tapi saya jamin ayah, saya akan selalu berdoa kepada Tuhan dan berterima kasih kepada-Nya atas segala sesuatunya”

Berikut surat yang ditulis anak itu dengan jujur kepada ayahnya. Setidaknya dia tahu bagaimana cara menjadi seorang anak yang mencitai keluarganya.

Comments are disabled
Rate this article