Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ SPORT HOKI / Rossi: Ban Tak Maafkan Gaya Balap Marquez di MotoGP Italia

Rossi: Ban Tak Maafkan Gaya Balap Marquez di MotoGP Italia

Rossi: Ban Tak Maafkan Gaya Balap Marquez di MotoGP Italia

Rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi mengomentari kegagalan Marc Marquez mendulang poin di MotoGP Italia yang berlangsung di Sirkuit Mugello, Minggu (3/6/2018).
 
Nasib sial dialami Marquez saat balapan MotoGP Italia. The Baby Alien mengakhiri balapan di peringkat 16 karena tergelincir ketika melewati tikungan ke-10.
 
“Marquez memiliki gaya balap menyerang di lintasan. Kali ini, ban tidak memaafkannya,” ujar Rossi, dikutip dari GP One.
 
Ketika melihat Marquez terjatuh, Rossi menyadari Sirkuit Mugello benar-benar bahaya. Terlebih lagi, semua pembalap banyak yang memilih ban lembut Michellin di bagian depan.
 
“Saat melihat Marquez terjatuh, saya menyadari harus lebih berhati-hati,” kata pembalap MotoGP berusia 39 tahun tersebut.
 
Pilihan Tepat
 
Untungnya, Rossi membuat pilihan tepat di bagian ban depan. Dia memilih menggunakan ban keras, yang sedikit dipilih pembalap lain.
 
“Ini merupakan slaah satu balapan sulit dalam ingatan saya. Ban keran di bagian depan bukanlah pilihan, tapi saya harus lakukan. Untungnya, posisi pole sangat penting dalam hasil saya di MotoGP Italia,” ucapnya, yang berhasil naik podium ketiga di Mugello.
 
“Namun setelah balapan, saat melihat pengendara lain (yang menggunakan ban lembut), pilihan ban mereka seperti memantul di televisi,” ujar Rossi sambil tertawa.
 
Klasemen MotoGP
 
1. Marc Marquez : 95
 
2. Valentino Rossi: 72
 
3. Maverick Vinales: 67
 
4. Andrea Dovizioso: 66
 
5. Johann Zarco: 64
 
6. Danilo Petrucci: 63
 
7. Andrea Iannone: 60
 
 
9. Jack Miller: 49
 
10. Jorge Lorenzo: 41
 
11. Alex Rins: 33
 
12. Dani Pedrosa: 29
 
13. Tito Rabat: 27
 
14. Pol Espargaro: 23
 
15. Alvaro Bautista: 19
 
16. Hafizh Syahrin: 17
 
17. Franco Morbidelli: 17
 
 
19. Takaaki Nakagami: 10
 
20. Bradley Smith: 7
 
21. Mika Kallio: 6
 
22. Scott Redding: 5
 
23. Karel Abraham: 1
Comments are disabled
Rate this article