Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Penjualan pil diet dan pembesar penis online makin mengkhawatirkan!

Penjualan pil diet dan pembesar penis online makin mengkhawatirkan!

Sehat Hoki

BeritaHoki.com – Kematian tragis Eloise Parry yang masih berusia 21 tahun akibat pil diet semakin membuka mata publik tentang bahayanya obat-obatan yang dijual bebas di internet. Di Inggris, sudah ada 4 kasus kematian karena hal serupa.

Pil diet yang banyak memakan korban positif mengandung DNP (2,4-dinitrofenol), yang diklaim sangat tidak layak dikonsumsi manusia. Memang harus disadari betapa sulit untuk tidak tergoda oleh janji-janji serat testimoni para penjual obat online tersebut. Namun yang perlu diperhatikan adalah keaslian dan keamanan dari obat itu untuk dikonsumsi. 

The Independent (24/04), melaporkan bahwa sebuah badan pengatur tentang obat-obatan dan produk kesehatan (MHRA) telah menutup sebuah pabrik di Cambridgeshire yang diduga berdiri tanpa izin. Pabrik tersebut memproduksi darah, GcMAF, yang diklaim dapat mengobati kondisi buruk para m=pengidap kanker, HIV, dan autisme.

Tidak hanya itu, obat pembesar penis juga sangat berbahaya. Kebanyakan mereka selalu mengungkapkan bahwa itu adalah obat herbal tanpa efek samping. Parahnya lagi, banyak orang percaya meskipun dalam pengirimannya, tidak ada kemasan steril yang bisa menjamin obat tersebut. Kasus di beberapa negara, obat-obat pembesar penis dan pil diet justru dikemas dengan lipatan sisa kalender, koran, bahkan hanya dengan kertas timah!

Saat obat-obatan beredar di pasar gelap melalui jual beli online, mereka menjual tanpa diagnosis yang dikonfirmasi. Bahkan mereka juga menjual tanpa ada saran dosis serta informasi tentang potensi efek samping. Lebih parahnya lagi, para produsen menjualnya dengan harga yang cukup tinggi. Bayangkan saja, Anda mempertaruhkan ‘kejantanan’ alat vital Anda dengan obat-obatan yang tidak jelas dan cenderung berbahaya.

Sayangnya, tidak ada hukum yang menjerat iklan sebuah produk dengan cukup menarik dan menggoda. Terlepas dari itu semua, kembali pada diri Anda masing-masing. Masih ingin diet dengan resiko berbahaya?

Comments are disabled
Rate this article