Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Pahami Pengobatan Terbaru Kanker Usus di Sini!

Pahami Pengobatan Terbaru Kanker Usus di Sini!

sadsa

kanker usus memberikan dampak yang serius bagi pasien. Saat ini pasien kanker usus dapat menjalani metode pengobatan seperti operasi, kemoterapi, imunoterapi dan berbagai teknologi pengobatan lainnya. Profesor Onkologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Peng Xiaochi akan menjelaskan secara detail tentang pengobatan kanker usus.

Metode Pengobatan Konvensional Kanker Usus

1. Operasi

Operasi adalah pilihan utama pengobatan kanker usus dan penerapan kemoradioterapi sebelum operasi berfungsi untuk meningkatkan tingkat reseksi, meminimalisir peluang kekambuhan dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien. Bagi pasien usia lanjut atau pasien stadium lanjut, operasi pengangkatan umumnya akan memberikan rasa sakit dan bekas luka yang tidak semua orang bisa terima.

2. Kemoterapi

Sebagian besar pasien kanker usus mengalami penyebaran dan kekambuhan pasca operasi. Selain sebagian pasien kanker stadium awal, pasien stadium akhir dan pasca operasi rata-rata juga menjalani kemoterapi. Tetapi, kemoterapi dapat menimbulkan berbagai efek samping seperti rambut rontok, muntah, penurunan sistem imun dan lain-lain, yang mana dapat mempercepat kematian atau memperburuk kondisi pasien.

Teknologi baru pengobatan kanker usus : Metode Pengobatan Komprehensif Minimal Invasif

1. Imunoterapi

Di antara seluruh teknologi pengobatan kanker usus, Imunoterapi semakin menjadi pilihan utama para pasien. Profesor dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Peng Xiaochi menyatakan bahwa Imunoterapi adalah metode yang mengembangbiakkan sel imun di luar tubuh dalam skala besar, kemudian sel-sel imun tersebut diinjeksikan kembali ke dalam tubuh pasien, metode ini efektif membunuh sel kanker dan mengontrol penyebaran kanker. Karena keunggulannya yang dapat mengobati secara menyeluruh, tanpa efek toksisitas serta tanpa rasa sakit, Imunoterapi menjadi teknologi pengobatan kanker usus yang paling efektif dan aman saat ini.

2. Intervensi

Intervensi dibagi menjadi 2 bagian yaitu Intervensi vaskular dan Intervensi non-vaskular. Pada metode ini dilakukan pembedahan sebesar 1-2mm, lalu dengan panduan alat pencitraan alat sejenis kateter ditusukkan langsung ke tubuh pasien. Metode ini dapat mendiagnosa penyakit atau mengambil jaringan lain selagi memilih pengobatan di bagian lokal. Dengan keunggulan tanpa operasi, minim luka, pemulihan cepat dan hasil yang efektif, penerapan metode Intervensi dalam pendiagnosaan dan pengobatan kanker usus sangatlah luas. Saat ini, Modern Cancer Hospital Guangzhou telah berhasil menangani banyak kasus pasien kanker usus.

3. Metode Minimal Invasif Gabungan Pengobatan Timur dan Barat Bertarget

Metode Minimal Invasif Gabungan Pengobatan Timur dan Barat Bertarget adalah kombinasi dari keunggulan pengobatan barat dan timur, menggunakan sistem pengobatan terbaru untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan minim efek samping. Keunggulan metode pengobatan ini adalah bersifat minimal invasif, dengan luka paling minim mencapai hasil paling maksimal. Metode pengobatan ini dapat mengontrol kestabilan tubuh dan melawan kanker, sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien dan meningkatkan kualitas tubuh. Hal inilah yang menjadi alasan utama pasien asal Indonesia, Singapura, Filipina dan berbagai negara di Asia Tenggara lainnya memilih pengobatan kanker di China.

Ahli Onkologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou mengatakan, karena keterbatasan tertentu, banyak daerah Asia Tenggara lainnya yang tidak dilengkapi fasilitas pengobatan kanker yang bersifat minimal invasif. Operasi dan kemoradioterapi adalah metode utama pengobatan kanker kolon, namun efek samping metode-metode ini membuat banyak pasien menderita. Oleh karena itu, banyak pasien yang memilih menjalani pengobatan kanker ke China. Teknologi pengobatan minimal invasif di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah memberikan harapan pengobatan baru bagi pasien kanker usus stadium lanjut dan usia lanjut.

Comments are disabled
Rate this article