Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Meski Hamil Ratu Tenis Serena Williams Sempat Menstruasi, Kok Bisa?

Meski Hamil Ratu Tenis Serena Williams Sempat Menstruasi, Kok Bisa?

Meski Hamil Ratu Tenis Serena Williams Sempat Menstruasi, Kok Bisa?

RATU tenis dunia, Serena Williams, buka-bukaan mengenai gejala aneh yang dialaminya saat mengandung Alexis Olympia. Juara 23 kali grand slam tenis kategori putri itu mengaku mengalami pendarahan ringan pada trimester pertama kehamilannya yang disangka sebagai datang bulan.
 
Menurut Asosiasi Kehamilan Amerika Serikat, pendarahan di trimester pertama kehamilan cukup sering terjadi. Sedikitnya 20-30 persen perempuan di seluruh dunia mengalami hal yang sama. Serena Williams sendiri sempat menyangka dirinya sedang dalam periode datang bulan.
 
Semua berubah ketika seorang teman mendesaknya untuk melakukan tes kehamilan. Pada saat itu lah, adik dari Venus Williams itu mengetahui dirinya sedang hamil anak pertama.
 
“Sejujurnya, saya pikir itu mustahil. Saya tidak bertemu dengan Alexis (suaminya) dalam empat minggu. Jadi saya sengaja ikut tes kehamilan agar teman saya itu tutup mulut,” ujar Serena Williams dalam sebuah wawancara, mengutip Jumat (29/6/2018).
 
Perempuan berusia 34 tahun itu tidak yakin sepenuhnya bahwa dirinya tengah mengandung. Ia baru mengecek hasil tes kehamilan beberapa jam setelahnya. Perempuan keturunan Afrika itu mengaku baru saja melewati datang bulan sebelum tes kehamilan. “Saya sangat terkejut ketika melihat hasilnya dan lebih terperanjat lagi ketika dokter mengatakan usia kandungan saya sudah tujuh minggu,” imbuhnya.
 
Sebagai informasi, Serena Williams sempat memenangkan kejuaraan tenis Grand Slam Australia Terbuka pada Januari 2017 saat tengah mengandung delapan minggu. Publik baru tahu petenis berpaspor Amerika Serikat itu sedang hamil saat turnamen sudah selesai.
 
Meski berhenti menstruasi sudah menjadi rahasia umum sebagai awal tanda kehamilan, tidak banyak yang tahu kalau wanita masih akan mengalami pendarahan ringan di trimester pertama. Ketika sel telur yang sudah dibuahi masuk ke dalam lapisan rahim, pendarahan dapat terjadi seminggu setelah ovulasi.
 
Badan Kesehatan Inggris menambahkan, pendarahan juga bisa terjadi karena adanya perubahan di serviks selama kehamilan. Meski pendarahan di trimester pertama bukan hal yang jarang terjadi, bisa saja itu menjadi pertanda keguguran. Maka, wanita disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami pendarahan ringan.
Comments are disabled
Rate this article