Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Menderita Stroke, WNI Overstayer di Arab Saudi Dipulangkan oleh KJRI Jeddah

Menderita Stroke, WNI Overstayer di Arab Saudi Dipulangkan oleh KJRI Jeddah

Menderita Stroke, WNI Overstayer di Arab Saudi Dipulangkan oleh KJRI Jeddah

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Jeddah Arab Saudi, kembali memulangkan seorang WNI overstayer yang menderita sakit stroke pada Kamis, 28 Juni 2018.
 
WNI bernama Usniyah Muhammad berasal dari Bangkalan dan berangkat ke Arab Saudi dengan suaminya sekitar 10 tahun silam dengan visa umrah. Perempuan kelahiran 1962 tersebut sempat dirawat selama 19 hari di rumah sakit King Abdulaziz Jeddah.
 
Ia kemudian diizinkan dibawa keluar oleh KJRI setelah kondisinya dinyatakan membaik oleh rumah sakit. Selanjutnya, Usniyah diistirahatkan di asrama singgah sementara (shelter) KJRI, sambil menunggu pengurusan exit permit (izin keluar) dari jawazat (imigrasi) Arab Saudi dan Medical Information Form (MEDIF) atau keterangan layak terbang yang dikeluarkan rumah sakit.
 
“Sesuai aturan pemerintah Saudi, warga asing ilegal tidak mendapatkan akses atau layanan kesehatan, karena tidak di-cover asuransi. Pemerintah Saudi tidak mau menanggung beban biaya pengobatan warga ilegal,” terang Muchamad Yusuf, Konsul Tenaga Kerja KJRI Jeddah lewat rilis yang dirilis, Kamis (28/6/2018).
 
Oleh karena itu, tim ketenagakerjaan KJRI Jeddah melakukan upaya pendekatan kepada pimpinan rumah sakit untuk memohon keringanan atau penghapusan biaya perawatan bagi Usniyah dan izin membawa dia keluar dari rumah sakit.
 
Tidak hanya biaya rumah sakit, tim juga harus melobi pejabat tarhil (pusat karantina imigrasi) agar dia dibebaskan dari denda atas pelanggaran keimigrasian.
 
“Dia kan dipulangkan tidak melalui tarhil dan tidak melalui proses penangkapan, jadi harus membayar denda. Tapi, kami tetap mengupayakan pembebasan denda. Kami sudah berkali-kali dihadapkan dengan kasus semacam ini,” imbuh Konsul Tenaga Kerja ini.
 
WNI Diimbau Jangan Buat Masalah
 
Terkait biaya pemulangan, KJRI Jeddah membicarakan secara kekeluargaan dengan majikan yang mempekerjakan Usniyah agar turut membantu pemulangan dia ke Tanah Air.
 
Beruntung, majikannya yang tinggal di kilometer 5, Jeddah, tergolong dermawan. Dia rela mengeluarkan dana senilai 16.900 riyal atau setara Rp 61 juta dengan rincian, 11.500 riyal tiket pesawat kelas bisnis, 4 ribu sebagai ikramiah (uang hadiah) dan tambahan 1.400 riyal untuk kompensasi keterlambatan gaji.
 
Konjen RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, mengimbau siapapun warga Indonesia yang hendak bekerja ke luar negeri agar menempuh jalur resmi, sehingga mendapatkan perlindungan yang maksimal dari pemerintah saat bekerja di negara penempatan.
 
“Dalam menjalankan amanat perlindungan, KJRI memang tidak melihat statusnya apakah ilegal atau legal, berdokumen atau tidak, dengan visa kerja, umrah, ziarah atau lainnya. Namun, demi keamanan dan perlindungan selama bekerja di luar negeri, WNI wajib mengikuti prosedur yang berlaku,” tegas Konjen.
 
Oleh karena itu, Konjen terus mengingatkan masyarakat agar tidak tertipu dengan upaya calo yang menawarkan kerja, khususnya ke Arab Saudi karena penempatan pekerja informal, khususnya domestic worker (asisten rumah tangga) sudah ditutup.
 
“Jangan berangkat membawa masalah, nanti saat bekerja mendapat masalah lagi dan terus menambah masalah. Ya, itu., karena berangkat diawali dengan masalah, berangkat tidak sesuai prosedur,” tambah Konjen.
 
Ibu dari empat anak yang mengaku berasal dari Bangkalan, meski di SPLP tertera berasal dari Pamekasan ini, dipulangkan ke Indonesia dan dijadwalkan tiba pada hari Kamis, 28 Juni 2018
Comments are disabled
Rate this article