Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Kue Pelite, Kesukaan Bung Karno Saat Diasingkan ke Bangka Barat

Kue Pelite, Kesukaan Bung Karno Saat Diasingkan ke Bangka Barat

Kue Pelite, Kesukaan Bung Karno Saat Diasingkan ke Bangka Barat

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno bersama Mohammad Hatta, Haji Agus Salim, dan Mohammad Roem pernah diasingkan ke Pulau Bangka tepatnya di Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 1949. Pergolakan perjuangan Indonesia pasca kemerdekaan masih terus bergulir di tengah pengasingan.

Soekarno pernah hampir seminggu lamanya berada di rumah pengasingan Wisma Menumbing yang berada di puncak bukit. Kemudian, ia pindah ke Wisma Ranggam yang berada di kaki bukit.

Meski di tengah pergolakan politik Indonesia, Soekarno ternyata gemar bersosialisasi dengan masyarakat Muntok. Hal itu tersaji dalam informasi foto yang ada di Museum Timah, Muntok.

“Dulu Bung Karno suka makan kue namanya pelite. Kue pelite itu kue khas Bangka Barat,” kata Staf Promosi Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Barat, Yulwan kepada KompasTravel dalam acara Familiarization Trip Pulau Bangka beberapa waktu lalu.

Kue pelite ini diolah dari tepung beras, santan dan gula putih ini. Adonan kemudian dikukus dengan wadah yang dibentuk dari daun pandan. KompasTravel sempat mencoba kue yang disebut-sebut kesukaan Bung Karno.Kue pelite bertekstur lembut dan punya rasa manis. Bentuknya, pun tak besar dan sekilas mirip dengan kue-kue basah di provinsi lain seperti kue popaco dari gorontalo dan kue lampu-lampu dari Sulawesi Utara.

Muntok memang kerap disebut ”kota seribu kue”. Berkunjung ke Muntok tanpa menikmati jajanan kue-kuenya rasanya. Biasanya, penjual kue ada di seberang Masjid Jami’ dan Kelenteng Kong Fuk Miau, sebuah gerai kue khas Muntok yang dipadati aneka jajanan.

Selain pelite, ada juga iyet-iyet, berbahan tepung ketan, gula merah, dan kelapa; tompe ambor, semacam kue dadar sagu; hingga kue brut yang dimasak dengan tepung beras.

Pelite dijual dengan harga mulai dari Rp 1.500 per buah. Bila tak ingin kehabisan, pastikan untuk mulai memburunya pada pagi hari.

Comments are disabled
Rate this article