Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA DUNIA / Ini Dia Fakta Mengenai Bisnis Pacar Sewaan

Ini Dia Fakta Mengenai Bisnis Pacar Sewaan

Ini Dia Fakta Mengenai Bisnis Pacar Sewaan

Berita Terbaru Hari Ini - Ini Dia Fakta Mengenai Bisnis Pacar Sewaan

Ada yang tahu mengenai bisnis pacar sewaan? Bisnis ini mulai menggeliat akhir akhir ini. Bisnis ini mulai menjadi pilihan karena banyaknya para jombloers yang bingung dengan kesendiriannya.

Tapi bisnis ini sangat berbeda dengan bisnis prostitusi karena disini si cewek tidak bisa digunakan untuk kegiatan prostitusi. Jadi untuk apa dong pacar pacar sewaan ini? Pacar sewaan ini ditujukan khusus pelanggan yang murni

menyewa jasa pendamping sementara. Bisanya, masih kata dia, saat musim nikah misalnya. Ada pelanggan jomblo yang malu kepada teman-temannya yang sudah menikah dan punya anak, sementara dia masih single.

“Jasa yang saya kelola ini, hanya sebatas pacar sewaan, bukan untuk hal-hal negatif atau mengarah pada tindak asusila. Saat menerima job, saya harus tahu latar belakangnya, karena bisa membahayakan diri saya maupun tujuh

anak buah saya, Atau pemuda yang mau dijodohkan orangtuanya, tapi dia sendiri tidak suka. Kemudian menyewa jasa kita untuk pacar pura-pura. Bisa juga di musim liburan, para jomblo yang hendak berwisata dengan teman-

temannya yang sudah menikah, menyewa pacar untuk menutupi gensi karena belum laku,” ungkap si pemilik bisnis pacar sewaan ini.

Berhubung bisnis ini masih baru, yuk kita lihat beberapa fakta menarin seputar bisnis pacar sewaan ini

1.Bisnis pacar sewaan bukan bisnis lendir

1

Ini nih yang harus ditegaskan dan harus diketahui oleh masyarakan umum. Bisnis ini sama sekali bukan bisnis esek esek atau menawarkan sebuah sensasi. Tapi murni untuk pacar sesaat.

“Ya khawatir dituduh melakukan perdagangan orang. Tapi ini murni bisnis jasa untuk melayani jomblo yang gengsi karena belum laku. Jasa kami sebatas pacar sewaan di ruang publik, Pelanggan kami juga para jomblower

bukan om-om hidung belang. Kami cukup hati-hati mencari pelanggan”

2.Pelanggan hanya boleh pegang tangan pacar sewaan tidak boleh lebih

ilustrasi pacaran

Sang pemilik bisnis ini mengaku tidak mau anak buahnya menjadi korban para pria hidung belang. Selain seleksi ketat para calon penyewa, dia juga menerapkan aturan ketat di saat menyewa

“Kami menyediakan jasa, bukan purel. Bisnis ini no seks, no kiss, dan yang pasti dilarang mabuk. Saya hanya menjual jasa, Bergandeng tangan boleh, asal tidak meraba-raba (area sensitif) yang lain. Kami tidak

memperkenankan ajakan ke kamar hotel. Harus di ruang terbuka”

3.Penyewa harus pria jomblo yang sudah dikenal

Gambar Orang Pacaran Ketawa Bahagia

Seleksi ketat para jombloers yang akan menyewa wajib hukumnya. Jangan sampai para anak buahnya jatuh ke tangan penyewa yang ternyata hidung belang

“Makanya, yang bisa sewa jasa kita ya cuma orang-orang yang dikenal saja, atau temannya teman kita. Jadi, kalau si penyewa bukan orang yang kita kenal, atau teman dari teman kita, kita mengajukan syarat, agar ada yang

bertanggung jawab.”

4.Pacar sewaan rata-rata mahasiswi fakultas psikolog

Universitas-Tokyo-merilis-ensiklopedia-buku-para-mahasiswi-cantik-4

Bukan hanya aturan ketat bagi para penyewa, bagi para pacar sewaan juga ditetapkan aturan ketat. Harus mampu membaca gelagat yang tidak baik dari pelanggannya. Serta pintar mengendalikan suasana, sekaligus bisa menjadi

motivator bagi si pelanggan.

” Di hadapan teman-teman si penyewa yang jomblo itu, pacar sewaan ini akan beraksi layaknya kekasih beneran. Bergandeng tangan, saling perhatian, dan peduli. Yang pasti, aksi itu tidak akan terlihat seperti pacar abal-abal,”

5.Para jomblo bebas memilih pacar sewaan

tertawa

Setelah semua syarat terpenuhi, jombloers bebas memilih mana saja yang akan mereka sewa. Bebas memilih tapi selama belum disewa.

“Kalau si penyewa masih pemula, saya sendiri yang menawarkan pilihan gadis yang pintar dan cakap. Tujuannya agar pelanggan tidak canggung dan bisa berkomunikasi dengan baik. Sehingga rahasia pacar pura-pura tidak

terbongkar ke rekan-rekan pelanggan”

Comments are disabled
Rate this article