Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Ini bahaya jika manusia nekat sembunyi di ruang roda pesawat

Ini bahaya jika manusia nekat sembunyi di ruang roda pesawat

Umum Hoki

BeritaHoki.com – Awak dan kru maskapai Garuda Indonesia dikejutkan dengan ulah Mario Steven Ambarita (21). Pria asal Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau ini nekat masuk ke dalam ruang roda pesawat agar bisa terbang ke Jakarta. Keberadaannya baru diketahui usai pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 15.15 WIB, Selasa (8/4).

Aksi Mario ini terjadi setelah dia melompati pagar Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau dan langsung menuju ruang roda pesawat. Setelah mendarat, Mario turun dengan kondisi sempoyongan dan terjatuh. Tubuhnya dikabarkan telah membiru dan telinganya mengeluarkan darah.

Mengapa kondisi Mario bisa begitu mengenaskan saat ditemukan petugas usai bersembunyi di ruang roda pesawat?

Pengamat penerbangan, Alvin Lie menyebutkan, keberadaan ruang roda pesawat memang tidak diperuntukkan untuk ditempati atau ditumpangi seseorang. Bentuknya juga sangat kecil, sehingga orang yang masuk ke dalamnya harus menekuk tubuhnya agar muat bersama ban pesawat yang dimasukkan selama penerbangan berlangsung.

Ruang roda pesawat ini terdapat sistem hidrolik dan kelistrikan, jika penumpang gelap melakukan sedikit kesalahan maka dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pesawat. Jika itu terjadi, tak hanya jiwa pelaku, pesawat beserta seluruh penumpangnya juga dalam keadaan berbahaya. 

“Suhu pesawat sangat tinggi karena bersentuhan langsung dengan landasan dan kecepatan tinggi saat tinggal landas. Saat lepas landas, kecepatannya mendekati 300 km per jam. Kemungkinan jatuhnya juga sangat tinggi,” papar Alvin saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (8/4). Selain akibat kecepatan tinggi, suhu tinggi juga disebabkan kedekatan ruang roda dengan mesin pesawat.

Karena tak pernah dirancang untuk ditempati manusia, ruangan kecil ini tidak memiliki alat pengatur tekanan udara. Apalagi, suhu dapat berubah dalam ketinggian tertentu.

“Untuk patokannya secara umum, setiap ketinggian 1.000 kaki ada perbedaan suhu sampai 2 derajat celcius. Kalau terbang 30 ribu kaki, berarti ada perbedaan suhu permukaan 60 derajat celcius. Kalau suhu kemarin 32-22 celcius, maka ketinggian normal pesawat, yakni 30 ribu suhunya minus 28 derajat,” paparnya.

Akibat tekanan udara yang menurun secara drastis, maka dapat membuat tekanan dasar dalam tubuh manusia membesar hingga dapat menyebabkan kematian. “Manusia yang ada di dalam ruangan yang tanpa pengatur tekanan udara itu sangat besar mengalami dekompresi karena tekanan udara rendah, sedang di dalam tubuh ada tekanan darah sangat besar kemungkinan pembuluh darahnya bisa pecah,” ungkapnya.

“Saat mendarat, ketika ruang roda dibuka besar kemungkinan ada risiko jatuh,” pungkasnya.

Comments are disabled
Rate this article