Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Ingin Lihat Duyung di Alam Liar? Yuk Jelajahi Taman Nasional Bunaken

Ingin Lihat Duyung di Alam Liar? Yuk Jelajahi Taman Nasional Bunaken

Ingin Lihat Duyung di Alam Liar? Yuk Jelajahi Taman Nasional Bunaken
Taman Nasional Bunaken di Sulawesi Utara menjadi habitat dari beragam flora dan fauna unik, termasuk satwa langka duyung dan penyu hijau. Di tempat ini, duyung masih hidup lestari di alam liar bersama kawanannya.
 
Meski, Dugong dugon si sapi laut yang merupakan salah satu satwa pemakan lamun (seagrass) ini keberadaannya acapkali misterius dan sulit terdeteksi, akan tetapi hewan tersebut justru sering terperangkap jaring sero milik nelayan.
 
Sebut saja Duyung yang terperangkap pada jaring sero milik warga nelayan Wawontulap Abdullah Daeng Riboko. Mamalia tersebut memiliki panjang 250 cm dan lingkaran badan 150 cm. Begitu pula dengan penyu hijau yang terjaring jala nelayan. Penyu pertama yang ditemukan sepanjang 1 meter lebar 75 cm serta penyu kedua panjang 76 cm dan lebar 54 cm.
 
Kepala Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB) Farianna Prabandari mengatakan bahwa Duyung dalam bahasa latin Dugong dugon merupakan hewan yang dilindungi menurut PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Satwa Liar. “Demikian juga dengan Penyu, sehingga apabila masuk dalam perangkap jaring nelayan harus secepatnya untuk dilepaskan,” ujarnya.
 
Satwa-satwa ini selanjutnya oleh Balai Taman Nasional Bunaken dipelepasliaran di perairan bagian selatan Taman Nasional Bunaken. Pelepasliaran bertempat di perairan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Rabu 6 Juni 2018.
 
 
Menurut Farianna, spot terbaik untuk menjumpai Duyung adalah di bagian selatan Taman Nasional Bunaken yang merupakan habitat utama bagi satwa tersebut. Tutupan lamun yang tinggi yang terwakili oleh 8 spesies lamun, seperti Thalassia hemprichii, Enhalus accoroides, Cymodocea, Hallodule, menjadikan tempat ini favorit Duyung karena menyediakan suplai pakan alami.
 
“Jalur migrasinya antara lain, mulai dari Perairan Teluk Amurang selanjutnya pesisir Selatan Taman Nasional Bunaken untuk mencari makan dan bermain, kemudian menuju pesisir Teluk Manado, bahkan sampai diperairan kepulauan di bagian Utara Taman Nasional Bunaken sampai ke Likupang dan sebaliknya,” jelas Farianna.
 
Selain Duyung dan penyu, pengunjung dapat melihat berbagai kehidupan laut yang menakjubkan penuh warna-warni di Bunaken.
 
Perairan Laut Bunaken memungkinkan orang dapat dengan jelas melihat berbagai biota laut. Ada 13 jenis terumbu karang di taman laut ini yang didominasi bebatuan laut. Pemandangan yang paling menarik adalah terumbu karang terjal vertikal yang menjulang ke bawah sedalam 25-50 meter.
 
Manjakan mata Anda dengan 91 jenis ikan yang ada di Taman Laut Bunaken, di antaranya merupakan ikan kuda gusimi lokal (Hippocampus), koi putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (spilotocepsep hinephelus dan hypselosoma Pseudanthias), nila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain.
 
Bagi Anda yang menyukai scuba diving maka tempat ini merupakan tempat yang paling baik. Terdapat sekira 20 titik penyelaman, para penyelam akan mendapat kesempatan berenang di dasar laut dengan beragam biota laut yang menakjubkan.
 
Pastikan Anda megunjungi Bunaken selama waktu terbaiknya yaitu antara bulan Mei hingga Agustus. Di bulan inilah Anda bisa menjelajahi keseluruhan taman laut yang indah ini. Untuk mencapai taman laut ini, Anda dapat menggunakan perahu motor. Perjalanan dari Manado memakan waktu sekira 40 menit.
Comments are disabled
Rate this article