Pusat Berita yang Hoki Punya
Beritahoki.com
/ BERITA HOKI / Hari Terakhir IIMS 2018, Yuk Lihat Tunggangan Dinas Presiden Soekarno

Hari Terakhir IIMS 2018, Yuk Lihat Tunggangan Dinas Presiden Soekarno

Hari Terakhir IIMS 2018, Yuk Lihat Tunggangan Dinas Presiden Soekarno

Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, memasuki hari terakhir. Bila Anda menyambangi JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat ini -tempat berlangsungnya IIMS-, enggak ada salahnya mampir ke salah satu stan di Hall C, tempat “parkirnya” mobil kuno Imperial Crown 4 Doors Hardtop buatan tahun 1962.
 
Mobil ini punya nilai sejarah, karena merupakan tunggangan Soekarno selama menjabat sebagai Presiden 1 Republik Indonesia. Meski berusia di atas 50 tahun, Imperial Crown tersebut masih sangat mulus dan masih bisa dikendarai. Pemiliknya saat ini merawatnya dengan baik.
 
Mobil dinas Presiden Soekarno ini tadinya dikelola oleh negara. Namun karena perawatannya cukup mahal, negara melalui Sekretaris Negara (Sesneg) melakukan lelang. Saat ini mobil tersebut milik individu.
 
“Ada rasa syukur ya, karena bisa merawat, menjaga kendaraan Prokalmator Indonesia. Jadi ini bukan mobil sembarangan, mobil sejarah,” ujar Haryo Girisagoro, Pengurus Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Pengprov DKI Jakarta bidang Kegiatan saat ditemui  di acara IIMS 2018.
 
Tak ada perawatan khusus terhadap mobil dinas Sokerno tersebut. Menurut Giri, mobil tua justru jauh lebih tahan banting dibanding mobil-mobil masa kini. “Mobil tua itu tingkat kenyamanannya, keselamatannya diutamakan,” terangnya.
 
Selama IIMS 2018 berlangsung, Imperial Crown 4 Doors Hardtop “milik” Presiden Soekarno ini memang menjadi pusat perhatian. Dia dipajang bersama satu mobil klasik lainnya di Hall C JIEXpo.
 
Imperial Crown 4 Doors itu memiliki mesin silinder V8 yang mampu menghasilkan 340 tenaga kuda dengan putaran mesin 4.600 rpm. Mobil ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 195 kilometer/jam. Untuk mencapai posisi kecepatan 60 kilometer per jam dari 0, cuma butuh waktu 9,3 detik.
Comments are disabled
Rate this article